Tanjungtv.com — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lombok Utara (KLU) resmi menutup pendaftaran seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) gelombang pertama tahun 2024 pada Minggu (20/10) tepat pukul 23.59 WITA. Antusiasme pendaftar cukup tinggi dengan total 2.668 orang mendaftar untuk tiga formasi utama, yaitu tenaga kesehatan, tenaga teknis, dan tenaga pendidik. Namun, dari jumlah tersebut, sebanyak 17 orang dipastikan gugur karena tidak menyelesaikan proses submit pendaftaran.
Kepala Bidang Kepegawaian BKPSDM KLU, Hadi Sandika, angkat bicara terkait situasi ini. Ia menjelaskan bahwa jumlah pendaftar yang berhasil submit hingga batas waktu yang ditentukan adalah 2.651 orang. Rinciannya, untuk tenaga kesehatan dari 441 pendaftar, ada 439 yang berhasil submit. Untuk tenaga guru, dari 474 pendaftar, 473 submit. Sementara tenaga teknis menjadi yang terbanyak, dari 1.753 pendaftar, hanya 1.739 orang yang berhasil submit. “Jadi total ada 17 pendaftar yang gagal submit dan secara otomatis gugur dari proses seleksi ini,” ungkap Hadi.
Tidak Ada Perpanjangan Pendaftaran
Banyak spekulasi beredar di kalangan masyarakat bahwa masa pendaftaran seleksi PPPK ini akan diperpanjang. Namun, Hadi memastikan bahwa hingga saat ini belum ada informasi dari panitia pusat mengenai perpanjangan. “Jika ada masalah teknis yang signifikan, seperti kendala pada penggunaan meterai atau gangguan sistem, perpanjangan pendaftaran bisa saja terjadi. Tapi sejauh ini, pendaftaran berjalan lancar, dan tidak ada masalah yang berarti,” tegasnya.
Proses Seleksi Administrasi Dimulai
Dengan ditutupnya pendaftaran, tahap berikutnya adalah seleksi administrasi yang akan berlangsung hingga 29 Oktober 2024. Hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 30 Oktober hingga 1 November. Peserta yang dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi akan diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan. “Masa sanggah akan dibuka pada 2-4 November, dan peserta bisa mengajukan keberatan jika merasa ada kesalahan dalam proses seleksi administrasi,” tambah Hadi.
Untuk tahun 2024 ini, Pemda KLU membuka formasi untuk 940 PPPK. Dari jumlah tersebut, tenaga pendidik mendapatkan porsi terbesar dengan 400 formasi, diikuti tenaga teknis dengan 340 formasi, dan tenaga kesehatan dengan 200 formasi. Pendaftaran dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama yang baru saja ditutup berlangsung dari 3-20 Oktober dan dikhususkan untuk pelamar prioritas, seperti guru, D-IV bidan pendidik tahun 2023, eks tenaga honorer kategori II, serta tenaga non-ASN yang terdata di pangkalan data BKN.
Bagi yang belum sempat mengikuti gelombang pertama, BKPSDM KLU akan membuka gelombang kedua pada 17-31 November 2024. Pada tahap ini, pelamar dari kalangan tenaga non-ASN yang aktif bekerja di instansi pemerintah, termasuk lulusan PPG untuk formasi guru di instansi daerah, akan diberi kesempatan. “Kami harap masyarakat yang memenuhi syarat bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mengikuti gelombang kedua,” jelas Hadi.
Antusiasme pendaftaran kali ini sangat tinggi, namun proses seleksi tidak tanpa tantangan. Banyak pendaftar yang merasa kesulitan dalam proses submit, baik karena masalah teknis atau kendala administrasi lainnya. Bagi sebagian pendaftar, kegagalan submit menjadi pukulan berat, terutama setelah mereka mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari.
Sejumlah warga Lombok Utara yang gagal submit menyampaikan kekecewaan mereka di media sosial. Mereka berharap ada kebijakan perpanjangan waktu agar dapat mengikuti proses seleksi. Namun, dengan pernyataan resmi BKPSDM yang menyatakan bahwa perpanjangan kemungkinan tidak akan terjadi, banyak dari mereka harus bersiap menerima kenyataan bahwa kesempatan mereka tahun ini telah tertutup.
Meski begitu, Hadi menegaskan bahwa kesempatan masih terbuka untuk peserta di gelombang kedua. “Kami mengimbau masyarakat yang memenuhi syarat untuk tetap semangat dan terus memantau informasi terbaru terkait proses seleksi PPPK ini,” ujarnya.
Dengan demikian, proses seleksi PPPK di Kabupaten Lombok Utara kini memasuki fase yang semakin ketat. Bagi yang telah lolos tahap pendaftaran, tantangan berikutnya adalah seleksi administrasi dan tahap-tahap lainnya yang akan menentukan apakah mereka bisa lolos menjadi bagian dari PPPK tahun 2024.
Bagi mereka yang belum berhasil, tahun depan mungkin membawa harapan baru. Sementara itu, Pemda KLU terus berupaya memperbaiki sistem seleksi agar lebih mudah diakses oleh semua calon pelamar di masa depan.















