Tanjungtv.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Kementerian Luar Negeri bersinergi mempersiapkan kunjungan istimewa 25 duta besar (Dubes) dari berbagai negara ke Kota Mataram. Rombongan diplomatik ini dijadwalkan tiba pada 8 Mei mendatang, dengan agenda mengeksplorasi sejumlah destinasi unggulan, mulai dari Eks Pelabuhan Ampenan yang baru direvitalisasi, museum, hingga Islamic Center yang megah.
BACA JUGA : Kisah Haru Calon Jamaah Haji Mataram, Lansia dan Risti Tetap Semangat, Kuota Hampir Penuh!
Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, menegaskan kesiapan pemda menyambut tamu-tamu VIP tersebut. “Ini momen penting untuk mempromosikan potensi Mataram ke kancah internasional,” ujarnya penuh antusias. Menurutnya, kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan pintu masuk bagi kolaborasi ekonomi dan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.
Dubes-dubes yang berasal dari negara-negara strategis seperti Turki dan Belanda ini akan menghabiskan dua hari di Pulau Lombok. Meski menginap di kawasan Senggigi, Lombok Barat, sebagian besar agenda kunjungan justru berpusat di Mataram. “Kami tak risau, justru ini peluang emas. Semakin banyak mata internasional yang melihat kemajuan NTB, semakin besar dampaknya bagi kesejahteraan warga,” tambah Alwan.
Revitalisasi Eks Pelabuhan Ampenan senilai Rp4,5 miliar menjadi salah satu magnet utama. Kawasan bersejarah ini sengaja dipilih sebagai showcase pembangunan NTB. “Mereka akan menjadi duta bagi destinasi kita. Bayangkan jika setiap Dubes membawa 1.000 turis dari negaranya, itu lonjakan besar bagi ekonomi lokal,” paparnya sambil tersenyum.
Pemda Mataram telah mengkoordinasikan penyambutan bak tamu kenegaraan, termasuk sosialisasi ke warga sekitar lokasi kunjungan. Aspek keamanan, kebersihan, dan keramahtamahan menjadi fokus utama. “Kami ingin mereka pulang dengan cerita indah tentang Mataram yang hangat dan berdaya saing,” pungkas Alwan.
Antisipasi dampak positif sudah terlihat. Pelaku usaha mulai dari pengrajin hingga hotel bersiap menyambut gelombang turis berikutnya. “Ini efek domino yang kita tunggu-tunggu. Setelah kunjungan diplomatik, biasanya diikuti investor dan wisatawan berkualitas,” tutur Ketua Asosiasi Hotel NTB, disambut anggukan pedagang souvenir di Islamic Center.
Dengan langkah ini, Mataram bukan hanya mengejar kunjungan wisatawan, melainkan juga membangun narasi baru sebagai destinasi yang layak diperhitungkan di peta global. Siap-siap, dunia akan melihat Lombok dari kacamata yang lebih gemilang!















