Tanjungtv.com — Capaian kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada tahun 2025 menjadi fondasi penting bagi pemerintah daerah dalam menyiapkan lonjakan kunjungan di tahun 2026. Meski sempat menghadapi berbagai tantangan, jumlah kunjungan wisatawan yang mencapai sekitar 810 ribu orang dinilai sebagai modal awal yang kuat untuk mendorong kebangkitan pariwisata secara lebih agresif dan terarah.
Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menegaskan bahwa angka tersebut menunjukkan sektor pariwisata tetap memiliki daya tarik tinggi, khususnya di kawasan unggulan seperti Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Ketiga destinasi ini masih menjadi magnet utama yang menopang pergerakan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara, Dende Dewi Tresna Budiastuti, mengatakan capaian tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan dalam menyusun strategi pengembangan pariwisata ke depan. Menurutnya, meskipun terjadi penurunan sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, angka kunjungan tersebut tetap menunjukkan potensi besar yang bisa dioptimalkan.
“Capaian sekitar 810 ribu wisatawan ini bukan angka kecil. Ini menjadi modal awal bagi kami untuk menyusun langkah-langkah yang lebih terukur agar di 2026 kunjungan bisa meningkat signifikan,” ujar Dende.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah bersama pelaku usaha pariwisata telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai faktor yang memengaruhi kunjungan wisatawan. Sejumlah kendala tak terduga, baik dari sisi eksternal maupun internal, menjadi pelajaran penting dalam memperbaiki perencanaan ke depan.
Untuk tahun 2026, Dinas Pariwisata Lombok Utara menargetkan penguatan pada sektor-sektor strategis, mulai dari peningkatan kualitas destinasi, pelayanan wisata, hingga penguatan promosi berbasis digital. Pemerintah daerah juga mendorong diversifikasi destinasi agar tidak hanya bertumpu pada tiga gili, tetapi juga mengembangkan potensi wisata daratan.
“Potensi Lombok Utara sangat besar, tidak hanya wisata bahari. Wisata alam, budaya, dan desa wisata akan terus kami dorong agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan dan masa tinggal lebih lama,” jelas Dende.
Selain pengembangan destinasi, faktor keamanan menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan. Dende menegaskan, situasi yang aman dan kondusif menjadi syarat mutlak bagi kebangkitan pariwisata. Selama stabilitas terjaga, kepercayaan wisatawan diyakini akan terus meningkat.
“Yang terpenting adalah kondisi keamanan tetap terjaga. Jika wisatawan merasa aman dan nyaman, maka target kunjungan di 2026 sangat mungkin tercapai,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Utara juga terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha pariwisata. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan inovasi layanan dan paket wisata yang lebih menarik, sekaligus meningkatkan daya saing destinasi Lombok Utara di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan menjadikan capaian 810 ribu wisatawan sebagai pijakan, Pemda KLU optimistis sektor pariwisata akan kembali bergairah dan menjadi penggerak utama perekonomian daerah. Lonjakan kunjungan wisatawan di tahun 2026 diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Pariwisata bukan hanya soal angka kunjungan, tetapi tentang dampak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Inilah yang menjadi fokus kami ke depan,” pungkas Dende.















