Dari Bengkel ke Panggung Nasional, IKM Logam NTB Sulap Karya Lokal Jadi Simbol Fornas VIII

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Di balik gemerlap panggung pembukaan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII pada 26 Juli mendatang, terdapat kisah perjuangan para tukang las, perajin, dan pelaku industri kecil logam lokal yang jarang tersorot. Bukan atlet, namun mereka juga sedang bertanding — melawan waktu dan keraguan publik.

Dua pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) asal NTB, Okelas dan CV Rotani Babakan, mendapat kepercayaan untuk membuat cauldron, menara api megah yang akan menjadi ikon pembukaan Fornas VIII di Taman Sangkareang, Kota Mataram.

banner 325x300

“Kalau biasanya kami bikin pagar, rangka, atau dekorasi rumah, kali ini kami bikin lambang semangat nasional. Ini pengalaman luar biasa,” ujar Saeful Haq, koordinator tim pabrikasi cauldron, dengan mata yang tampak lelah namun penuh bangga.

Proyek yang normalnya butuh waktu sebulan, harus mereka rampungkan hanya dalam 10 hari. Namun keterbatasan itu justru menjadi bahan bakar semangat mereka.

“Ini bukan sekadar kerja. Ini momen pembuktian. Kami ingin tunjukkan bahwa IKM lokal bisa jadi pemain utama, bukan hanya penggembira,” tambah Saeful.

Sebanyak 10 pekerja dari CV Rotani lembur tanpa henti. Suara las, denting palu, dan percikan api dari besi yang dipotong bergema siang dan malam. Kini, hingga H-6 acara, 80 persen struktur telah berdiri. Uji coba api dijadwalkan malam Senin (21/7), dan menjadi penentu keberhasilan tim lokal ini dalam mengemban kepercayaan nasional.

Kepala Dinas Perindustrian NTB, Hj. Nuryanti, menegaskan bahwa keterlibatan IKM logam ini adalah bukti bahwa NTB tidak hanya punya destinasi wisata, tapi juga sumber daya manusia kreatif dan tangguh.

“Cauldron ini bukan sekadar benda, tapi lambang kebangkitan IKM lokal. NTB menunjukkan bahwa kita siap naik kelas,” ujarnya.

Momentum ini juga membawa harapan baru. Para pelaku IKM meminta bukan dana, tapi ruang dan kepercayaan untuk terlibat dalam proyek-proyek besar lain. “Kami tidak minta disuapi, cukup diberi kesempatan. Kami akan buktikan kemampuan kami,” tandas Saeful.

Fornas VIII bukan hanya tentang pertandingan olahraga, tapi juga tentang laga para pembuat perubahan dari balik layar. Dan tahun ini, NTB memberi panggung bagi para pahlawan itu — dari bengkel ke pusat sorotan nasional.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *