Gubernur NTB Pasang Target Tinggi, Enam Bulan Jadi Ujian Serius Kepala DPMPTSP Baru

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Instruksi tegas disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB yang baru dilantik, Irnadi Kusuma. Ia hanya diberi waktu enam bulan untuk membuktikan kinerja dalam menggenjot target investasi 2025 sebesar Rp61,09 triliun sesuai amanat Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI.

Tantangan ini tidak ringan. Berdasarkan data DPMPTSP NTB, realisasi investasi Januari–Juni 2025 baru mencapai Rp28,81 triliun, atau sekitar 26,11 persen dari target nasional. Dengan demikian, setengah tahun tersisa menjadi periode krusial untuk membuktikan apakah NTB mampu mengimbangi ambisi pusat.

banner 325x300

Irnadi mengakui beban tersebut tidak sederhana. Namun, ia menegaskan akan menempuh strategi percepatan, di antaranya digitalisasi layanan perizinan yang masih tersendat di sejumlah sektor, terutama peternakan. “Kalau perizinan tidak segera terdigitalisasi, maka akan jadi hambatan besar bagi investor. Itu yang akan kita prioritaskan,” jelasnya.

Selain pembenahan sistem, langkah jemput bola juga disiapkan. Bukan hanya menunggu, pihaknya akan mendatangi langsung investor yang sudah terdaftar namun belum merealisasikan komitmennya. “Kita tanyakan apa kendalanya, lalu cari solusi bersama,” tambahnya.

Namun, masalah terbesar bukan hanya teknis. Sebagian masyarakat masih menolak masuknya investasi di wilayah NTB. Kondisi ini, menurut Irnadi, menuntut pendekatan dialogis. “Pemerintah sudah menggelar karpet merah, tapi kalau ada resistensi, harus diselesaikan lewat komunikasi. Potensi investasi harus berjalan seiring dengan aspirasi masyarakat,” tegasnya.

Untuk memastikan langkahnya lebih solid, Irnadi menekankan pentingnya sinkronisasi dengan DPMPTSP kabupaten/kota serta dinas teknis lain. “Tidak mungkin target ini tercapai hanya dengan kerja sendiri. Mitra di daerah adalah ujung tombak penyelesaian persoalan di lapangan,” katanya.

Meski realisasi sempat menurun pada triwulan II 2025, Irnadi masih optimistis. Baginya, kunci utama bukan sekadar angka, tetapi membangun progres nyata dalam jangka pendek. “Kalau bicara pasti tercapai tentu tidak sederhana, tapi paling tidak capaian bisa menembus lebih dari 50 persen pada akhir tahun. Itu yang realistis,” pungkasnya.

Instruksi Gubernur ini menjadi sinyal kuat bahwa era business as usual sudah selesai. Enam bulan ke depan bukan hanya ujian bagi Irnadi secara pribadi, tetapi juga indikator sejauh mana NTB bisa meletakkan investasi sebagai motor pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *