Tanjungtv.com – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Jonggat di Kabupaten Lombok Tengah telah meluncurkan program inovatif yang dinamakan “Mengaji Tiap Pagi Hari” atau disingkat Mentari. Program ini bertujuan untuk memperkuat karakter siswa melalui kegiatan mengaji setiap pagi sebelum memulai pelajaran. Kegiatan ini dilakukan pada hari Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat mulai pukul 07.15 hingga 08.00 WITA.
Menurut Kepala SMKN 1 Jonggat, Ruju Rahmat, program Mentari tidak hanya diikuti oleh siswa saja, tetapi juga diikuti oleh seluruh guru dan pegawai sekolah. “Program ini adalah bagian dari upaya kami untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan di lingkungan sekolah. Guru dan pegawai juga turut serta dalam kegiatan ini,” jelas Ruju, kemarin.
Dalam pelaksanaan kegiatan, program Mentari diatur per kelas dengan tugas yang telah ditetapkan. Masing-masing kelas bertanggung jawab dalam mengkoordinir acara tersebut, termasuk adanya peran pembawa acara, pemimpin mengaji, penceramah, serta pemimpin doa. Setiap kelas akan bergantian mengikuti program ini di bawah koordinasi wali kelas masing-masing.
“Program Mentari juga menjadi bagian dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam kegiatan ini, satu jam pelajaran diambil untuk aksi Mentari dan dua jam berikutnya untuk pelajaran tatap muka di dalam kelas,” jelas Ruju. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh guru PAI di lapangan sekolah.
Ruju menjelaskan bahwa program Mentari lahir sebagai respons terhadap masalah keterlambatan siswa saat mengikuti mata pelajaran pertama. Jarak tempuh yang cukup jauh menjadi alasan banyak siswa datang terlambat ke sekolah. “Dengan adanya program ini, kita bisa memulai hari dengan lebih teratur. Selain itu, program ini juga relevan dengan konteks bahwa mayoritas siswa di SMKN 1 Jonggat beragama Islam, dan banyak dari guru-guru kami adalah tokoh agama setempat,” tambahnya.
Program Mentari tidak hanya fokus pada kegiatan keagamaan, tetapi juga bertujuan untuk melatih keterampilan lain seperti disiplin, kolaborasi, dan kemampuan berbicara di depan umum. “Kami berharap program ini bisa konsisten dilaksanakan dan menjadi bagian dari pembiasaan budaya positif di sekolah. Selain memperkuat karakter dan keimanan, kami juga ingin siswa lebih percaya diri dalam berbicara di depan umum,” pungkasnya.
SMKN 1 Jonggat terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang kuat di kalangan siswa. Program Mentari diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam menerapkan pendekatan serupa untuk membentuk generasi yang unggul secara spiritual dan intelektual.















