Pemuda Menggala dan Akar yang Tak Boleh Patah, Menanam Harapan di Tanah Sendiri

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Karang Taruna Desa Menggala kembali menghidupkan semangat muda melalui sebuah diskusi inspiratif bertajuk “Menanam Harapan di Rumah Sendiri Peran Pemuda dalam Membangun Desa.”
Kegiatan ini bukan sekadar forum berbagi gagasan, melainkan ruang refleksi bersama tentang masa depan desa dan posisi pemuda di dalamnya. Dipandu oleh Maila Firda selaku moderator, jalannya diskusi berlangsung hangat, penuh semangat, dan menggugah kesadaran kolektif bahwa desa bukan sekadar tempat lahir melainkan akar yang tak boleh patah.

Tema ini lahir dari kesadaran bersama bahwa Desa Menggala menyimpan potensi luar biasa, baik dari sisi sumber daya alam yang melimpah maupun sumber daya manusianya yang cerdas dan kreatif. Namun, realitas di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya banyak pemuda yang justru memilih pergi ke kota, mengejar impian yang mereka anggap hanya bisa tumbuh di antara gedung-gedung tinggi. Akibatnya, desa sering kali kehilangan tenaga muda yang seharusnya menjadi penggerak utama pembangunan.

banner 325x300

Padahal, di tengah kemajuan teknologi saat ini, desa justru memiliki ruang terbuka luas untuk berkembang. Pemuda bisa menjadi motor inovasi di berbagai bidang mulai dari ekonomi kreatif, pertanian modern, pengelolaan pariwisata berbasis budaya lokal, hingga digitalisasi pelayanan publik. Dengan semangat dan keberanian, mereka mampu menanam harapan di tanah sendiri membangun desa yang mandiri, inklusif, dan berdaya saing.

Dalam diskusi ini, hadir dua narasumber muda inspiratif: Zarkawi, S.Ag., Ketua Remaja Dusun Kerujuk, dan M. Rubai Mazid, M.AP., Ketua Remaja Dusun Menggala Barat.
Keduanya menyoroti pentingnya peran pemuda dalam melihat kembali potensi lokal, mengelola sumber daya desa, dan membangun kolaborasi lintas dusun. Mereka menegaskan bahwa perubahan nyata tak akan datang dari luar, melainkan dari kesadaran dan gerak bersama anak-anak muda desa sendiri.

Suasana forum berjalan dinamis. Para perwakilan remaja dari berbagai dusun aktif menyampaikan pandangan, keresahan, dan ide-ide untuk kemajuan lingkungan masing-masing. Dari ruang kecil itu, tumbuh keyakinan baru bahwa desa bukanlah masa lalu yang harus ditinggalkan, melainkan masa depan yang bisa diperjuangkan bersama.

Kegiatan seperti ini menjadi pengingat penting:bahwa membangun desa bukan tugas satu atau dua orang, melainkan gerakan bersama yang tumbuh dari hati.
Karena sejatinya, menanam harapan di tanah sendiri berarti menumbuhkan kesadaran bahwa rumah tidak harus dicari di kota rumah itu sudah ada di sini, di Desa Menggala, menunggu untuk kembali dirawat oleh tangan-tangan muda yang percaya pada akar mereka sendiri

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *