Tanjungtv.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus mendorong percepatan pengembangan kawasan Dermaga Teluk Nare sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir utara.
Kepala Dinas Perhubungan KLU Parihin mengungkapkan, proses penyerahan aset dermaga dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) kini memasuki tahap akhir.
“Akhir Oktober lalu kami bersama Wakil Bupati berkunjung langsung ke Kemendes selaku pemberi hibah Dermaga Teluk Nare untuk memastikan perkembangan status asetnya,” kata Parihin, Rabu (5/11).
Menurutnya, pihak Kemendes saat ini tengah menunggu rekomendasi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), karena aset dengan nilai di atas Rp10 miliar wajib mendapatkan persetujuan sebelum diserahkan ke pemerintah daerah.
“Nilai aset Dermaga Teluk Nare sekitar Rp20 miliar, jadi memang harus menunggu rekomendasi Kemenkeu. Tapi kami optimistis penyerahan bisa dilakukan sebelum akhir tahun ini,” jelasnya.
Komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan pihak Kemendes disebut berjalan lancar. Bahkan, penyerahan aset diproyeksikan dapat dilakukan baik melalui kunjungan Kemendes ke KLU maupun sebaliknya.
“Begitu aset diserahkan, selesai sudah persoalan administrasi. Setelah itu kami langsung meluncurkan program pengembangan kawasan Teluk Nare,” ujar Parihin.
Dari sisi perizinan pelabuhan, Parihin memastikan seluruh proses telah tuntas.
“Dari pihak syahbandar juga sudah klir, tidak ada masalah,” tegasnya.
Lebih jauh, Dinas Perhubungan KLU telah menyiapkan konsep besar pengembangan Teluk Nare sebagai kawasan terpadu berbasis ekonomi, pariwisata, dan budaya. Rencana tersebut akan dilakukan secara kolaboratif bersama perangkat daerah lain, termasuk Dinas Pariwisata.
Konsep pengembangan meliputi pembangunan gedung terminal baru, area sunset view, lapak PKL, pusat informasi, pusat perbelanjaan, penginapan, bale kesenian, amphitheater berkapasitas 1.000 orang, restoran, musala, gazebo, kampung wisata healing, area parkir, hingga sarana pendukung lainnya.
“Satu bangunan awal berupa gedung serbaguna sudah selesai dibangun dan menjadi pemantik kegiatan ekonomi di kawasan tersebut. Sekarang kami juga sedang melakukan pembebasan lahan di area sekitar untuk pengembangan tahap berikutnya,” tutupnya.















