Tanjungtv.com — Harapan baru tengah bersemi bagi ribuan nelayan di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Pemerintah daerah kini mulai menyiapkan langkah awal untuk membangun Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang diharapkan mampu menjadi pusat ekonomi baru di wilayah pesisir.
Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan (DKP3) KLU, Tresnahadi, mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah belum akan langsung membangun fasilitas tersebut. Langkah pertama adalah melakukan kajian komprehensif yang akan disusun oleh Bappeda melalui bidang Litbang.
“Tidak bisa ujug-ujug dibangun tanpa dasar yang kuat. Kajian ini penting untuk memastikan lokasi, kapasitas, dan aspek teknis lainnya agar tepat sasaran,” ujarnya, Selasa (15/10).
Tresnahadi menekankan bahwa hasil kajian nantinya akan menjadi acuan utama untuk menentukan kelayakan pembangunan TPI. Menurutnya, keberadaan TPI bukan hanya kebutuhan, tetapi juga strategi penting untuk memperbaiki sistem pemasaran hasil tangkapan laut.
Di Lombok Utara, tercatat lebih dari 2.000 kepala keluarga nelayan yang tergabung dalam 149 kelompok. Selama ini, mereka masih mengandalkan sistem jual cepat kepada tengkulak dengan harga rendah karena tidak adanya fasilitas pelelangan resmi.
“Kalau ada TPI, harga ikan bisa lebih stabil, nelayan punya posisi tawar, dan daerah juga bisa mendapatkan sumber PAD baru,” jelas Tresnahadi.
Dukungan terhadap rencana ini juga datang dari Ketua DPRD KLU, Agus Jasmani, yang mendorong agar pembangunan TPI segera direalisasikan. Menurutnya, potensi laut Lombok Utara sangat besar dan sayang jika tidak dikelola dengan baik.
“Selama ini nelayan dirugikan karena harus menjual hasil tangkapan dengan harga murah. Dengan adanya TPI, rantai distribusi akan lebih sehat dan kesejahteraan nelayan bisa meningkat,” tegas Agus.
Agus bahkan berharap agar pembangunan TPI dapat masuk dalam anggaran APBD 2026. Ia menilai TPI bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi juga pondasi ekonomi pesisir yang mampu memperkuat perputaran uang di tingkat lokal.
Kini, harapan nelayan Lombok Utara pun menggantung pada hasil kajian yang tengah disiapkan pemerintah. Bila semua berjalan sesuai rencana, ombak lautan bukan lagi satu-satunya harapan, tapi juga lelang ikan yang berpihak pada kesejahteraan nelayan.















