Bupati Najmul Siapkan Satgas Anti Narkoba, Pastikan Pariwisata Lombok Utara Aman dan Bersih

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menunjukkan keseriusannya dalam memerangi penyalahgunaan narkotika. Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH, mengumumkan rencana pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba sebagai tindak lanjut dari kunjungan kerja Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB, Brigjen Pol. Marjuki, S.I.K., M.Si., ke KLU, Selasa (12/11).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati, Bupati Najmul didampingi sejumlah pejabat daerah, antara lain Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K., Kepala Dinsos PPPA Faturrahman, SST., dan Kepala Bangkesbangpol H. Adnan, M.Pd.

banner 325x300

Bupati Najmul menegaskan, langkah pembentukan Satgas Anti Narkoba menjadi bagian dari strategi besar Pemda KLU dalam memperkuat kolaborasi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di wilayahnya, khususnya di kawasan pariwisata.

“Kami ingin memastikan Lombok Utara sebagai destinasi wisata unggulan juga aman dan bersih dari narkoba. Dalam waktu dekat, kami akan membentuk Satgas BNN Lombok Utara yang fokus pada pengawasan dan pencegahan,” ujar Bupati Najmul.

Selain menjaga keamanan masyarakat, Bupati menilai langkah tersebut penting untuk melindungi reputasi pariwisata daerah, terutama di kawasan tiga gili (Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air) yang menjadi ikon wisata dunia.

“Wisatawan yang datang harus merasakan kenyamanan dan keamanan. Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga tentang menjaga masa depan generasi muda dari ancaman narkoba,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BNN Provinsi NTB Brigjen Pol. Marjuki menyampaikan apresiasinya atas komitmen Pemda KLU. Ia menilai Lombok Utara memiliki potensi wisata yang besar, namun sekaligus rawan terhadap peredaran narkotika karena terbuka bagi wisatawan dari berbagai daerah dan negara.

“Daerah pariwisata seperti Gili dan wilayah daratan Pemenang memang rentan menjadi pintu masuk peredaran narkoba. Karena itu, kami terus dorong program Desa Bersinar (Desa Bersih Narkotika) agar masyarakat ikut berperan aktif,” jelas Marjuki.

Program Desa Bersinar sebelumnya telah dijalankan di Desa Pemenang Barat, dengan melibatkan kegiatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di tingkat lokal.

BNN berharap, ke depan Pemda KLU dapat memperkuat upaya pemberantasan narkotika melalui regulasi dan kemitraan lintas sektor, sehingga kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dapat berjalan lebih efektif.

“Kunci keberhasilan ada pada sinergi. Ketika masyarakat sadar dan pemerintah sigap, maka narkoba sulit mencari celah di Lombok Utara,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *