Tanjungtv.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekaligus menekan angka stunting yang masih tergolong tinggi.
Wakil Bupati KLU Kusmalahadi Syamsuri menegaskan bahwa peningkatan IPM merupakan prioritas utama Pemda. Meski KLU masih berada di posisi terendah di Provinsi NTB, tren peningkatannya justru menjadi yang tertinggi di antara kabupaten/kota lainnya.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2025 KLU mencatat kenaikan IPM terbesar di NTB, yakni 1,44 persen, disusul Kabupaten Bima dengan 1,38 persen. Saat ini, IPM KLU mencapai 69,63.
“Yang jelas kita terus berkomitmen untuk meningkatkan IPM. Kita tidak tinggal diam. Ini jadi pemicu bagi kita untuk membuat kebijakan dan mengajak masyarakat bersama-sama meningkatkan IPM dari tahun ke tahun,” ujar Kusmalahadi, Rabu (12/11).
Kebijakan Pembangunan Manusia Mulai Menunjukkan Hasil
Wabup menilai, capaian tersebut menjadi bukti bahwa arah kebijakan pembangunan manusia di Lombok Utara mulai menunjukkan hasil positif. Ke depan, Pemda akan memperkuat program pada tiga sektor utama: pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan.
“Ada banyak hal yang akan kita lakukan untuk menggenjot IPM agar bisa naik minimal setara dengan kabupaten lain,” jelasnya.
Tantangan Stunting Masih Tinggi
Selain IPM, Pemda KLU juga fokus menangani stunting, yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah serius. Berdasarkan data nasional terbaru, angka stunting KLU tercatat 35,2 persen, naik dibanding periode sebelumnya.
Meski demikian, Kusmalahadi menegaskan bahwa Pemda tidak menjadikan hal itu sebagai hambatan, melainkan tantangan untuk berbenah.
“Kita tidak bisa menapikan data nasional, tapi kita tidak menjadikannya masalah besar. Yang penting kita terus berusaha agar angka stunting bisa turun,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemda segera menggelar rapat kerja lintas sektor guna memperkuat koordinasi antarperangkat daerah dalam percepatan penurunan stunting.
“Yang saya perhatikan, masih ada perangkat yang berjalan sendiri-sendiri. Setelah kita genjot kembali, mudah-mudahan angka stunting kita bisa turun, berapa pun titik awalnya,” imbuhnya.
Stunting Jadi Program Prioritas di APBD 2026
Lebih lanjut, Wabup memastikan bahwa penurunan stunting akan tetap menjadi program prioritas dalam APBD 2026. Setiap tahun, Pemda mengalokasikan anggaran khusus karena indikator stunting juga menjadi bagian dari penilaian kinerja daerah.
“Pasti jadi prioritas. Setiap tahun selalu ada alokasi anggaran untuk penurunan stunting karena itu juga indikator kinerja daerah,” ujarnya.
Kusmalahadi berharap sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat dapat menjaga tren positif pembangunan manusia di Lombok Utara.
“Target kita tentu setinggi-tingginya. Minimal ada penurunan yang nyata agar kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat terus meningkat,” tutupnya.















