Lonjakan Transaksi Saham Sentuh Rp 1,3 Triliun, NTB Masuk Peta Baru Pergerakan Investor Nasional

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com — Pasar modal di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak lagi sekadar pelengkap geliat ekonomi daerah. Dalam tiga bulan terakhir, wilayah ini justru menunjukkan perubahan perilaku investor yang mengubah peta aktivitas transaksi saham nasional. Nilainya kini menembus rata-rata Rp 1,3 triliun per bulan, angka yang sebelumnya sulit dibayangkan untuk daerah dengan basis industri dan keuangan yang belum sebesar kota-kota besar.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB, Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana, menyebut lonjakan ini bukan fenomena tahunan biasa. Pergerakan transaksi yang agresif menjadi sinyal bahwa masyarakat NTB mulai membaca peluang ekonomi lebih cepat, menyusul perubahan kebijakan ekonomi nasional.

banner 325x300

“Pasar modal adalah indikator yang paling cepat merespons kebijakan dan dinamika ekonomi. Ketika ada perubahan, pasar modal langsung bergerak,” ujar Sandiana, Kamis (13/11).

Respons cepat itu tercermin pada IHSG yang sempat menembus rekor tertinggi di level 8.200, kondisi yang ikut mendongkrak aktivitas transaksi di daerah. Namun, khusus NTB, kenaikan ini dirasa jauh lebih mencolok.

Dalam kondisi normal—periode Januari hingga Juni—transaksi saham dari NTB rata-rata berada di kisaran Rp 500–600 miliar per bulan. Tapi memasuki tiga bulan terakhir, grafiknya berubah drastis. Volume transaksi melompat lebih dari dua kali lipat menjadi Rp 1,3 triliun.

Sandiana menilai, salah satu pemicu terbesarnya adalah penurunan suku bunga, yang membuat masyarakat mulai meninggalkan tabungan dan deposito, lalu berpindah ke instrumen pasar modal seperti reksadana pasar uang. “Ada shifting yang sangat jelas dari masyarakat,” katanya.

Selain faktor kebijakan, ia juga menyebut meningkatnya kenyamanan investasi di NTB serta perbaikan iklim ekonomi daerah sebagai alasan pendukung. Stabilitas ini memberi rasa percaya diri bagi pelaku usaha dan investor untuk mengalihkan porsi dananya ke pasar modal.

Lonjakan transaksi saham tersebut, lanjut Sandiana, menjadi indikator positif bagi pemerintah daerah. Selain mencerminkan tumbuhnya literasi keuangan masyarakat, geliat pasar modal juga menunjukkan bahwa NTB kini mulai menjadi salah satu daerah dengan pergerakan investor yang lebih aktif dan responsif terhadap dinamika ekonomi nasional.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *