Tanjungtv.com – Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai mempersiapkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pasar kerja daerah di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga lokal, terutama dari sektor pariwisata. Meski Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) KLU per Agustus 2025 berada pada titik rendah, yakni 2,68 persen, pemerintah daerah menilai perlunya terobosan baru agar kondisi ini tetap stabil dalam jangka panjang.
Wakil Bupati KLU, Kusmalahadi Syamsuri, menegaskan bahwa tingginya permintaan tenaga kerja dari dunia usaha menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, mulai tahun depan pemerintah akan menggandakan agenda job fair menjadi dua kali setahun, sebagai upaya memperluas jangkauan pencari kerja dan memenuhi kebutuhan perusahaan secara lebih cepat dan terukur.
“Pengangguran kita memang rendah, tapi dinamika pasar kerja semakin cepat. Kami harus responsif. Job fair ini salah satu instrumen penting untuk menjaga ritme penyerapan tenaga kerja,” ujarnya, Sabtu (15/11).
Selama ini, job fair digelar sekali setahun. Kebijakan baru ini tidak hanya menambah frekuensi kegiatan, namun juga memperbesar kapasitas rekrutmen. Setiap penyelenggaraan ditargetkan menyediakan 900–1.000 formasi, sehingga total lowongan dalam satu tahun akan berlipat dari sebelumnya. “Anak-anak muda kita harus punya peluang yang lebih luas. Ini bentuk komitmen kami,” tegas Kusmalahadi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB menunjukkan, dari 191.860 penduduk usia kerja di KLU, terdapat 3.950 pengangguran terbuka, sementara 143.330 orang telah bekerja. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) KLU yang mencapai 76,77 persen, juga sedikit lebih tinggi dari rata-rata provinsi.
Pemerintah daerah memastikan, perluasan job fair akan dibarengi penguatan jejaring dengan hotel, perusahaan, dan pelaku industri lainnya. Kolaborasi ini diyakini menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan serapan tenaga kerja.
“Optimalisasi job fair kami harapkan bisa menjadi motor penggerak utama dalam menekan pengangguran secara konsisten dan berkelanjutan,” tutup Kusmalahadi.















