Pemda KLU Kebut Infrastruktur Jelang Tutup Anggaran, Material Khusus Alun-Alun Jadi Tantangan Utama

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) kini memasuki fase krusial menjelang tutup buku anggaran. Wakil Bupati KLU, Kusmalahadi Syamsuri, menegaskan bahwa percepatan pembangunan dan pengawasan proyek strategis menjadi fokus utama Pemda dalam satu bulan terakhir ini.

Langkah tersebut terlihat dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang ia pimpin pada Senin (17/11). Tidak hanya meninjau penataan Alun-Alun Tioq Tata Tunaq di Tanjung, monev juga menyasar berbagai pekerjaan besar yang sudah berjalan sejak awal tahun.

banner 325x300

“Kita monev hari ini untuk melihat progres. Kita yakin selesai tepat waktu,” ujar Kusmalahadi.

Selain proyek alun-alun, sejumlah pembangunan lain tengah dikebut, mulai dari gedung kantor DPRD, Islamic Center, Polsek Gili Indah, hingga sistem penyediaan air minum (SPAM) di Bayan dan Kayangan. Fasilitas pelayanan kesehatan di RSUD KLU juga ditingkatkan melalui pembangunan ruang PICU dan NICU.

Untuk memastikan seluruh pekerjaan memenuhi standar mutu, seluruh rekanan akan dipanggil pekan depan. “Insyaallah Rabu depan kita panggil semua rekanan untuk memastikan pekerjaan mereka bisa selesai tepat waktu, tepat mutunya, kualitas, dan lain-lain,” tegas Wabup.

Material Khusus Gerbang Alun-Alun Jadi Kendala Teknis

Dari sejumlah proyek itu, penataan Alun-Alun Tioq Tata Tunaq menjadi salah satu yang paling menantang, terutama pada pengerjaan bagian bawah dan gerbang utama. Gerbang tersebut menggunakan material eksterior khusus yang disebut baru pertama kali digunakan di NTB.

“Yang belum itu paping di bawah, lalu gerbang utama. Gerbang lumayan agak berat karena ada lampu di dalam dan materialnya khusus serta harganya tinggi,” jelasnya.

Terkait persentase progres, Kusmalahadi mengaku masih menunggu verifikasi teknis dari konsultan. “Kita belum tahu persis,” katanya.

Diharapkan Jadi Ruang Publik Baru

Wabup berharap penataan alun-alun segera selesai dan menjadi ruang publik yang representatif bagi masyarakat KLU.

“Harapannya kalau sudah selesai, bisa jadi tempat kumpulnya masyarakat. Setelah ini juga akan dilanjutkan pekerjaan lain,” ujarnya.

Pemda menargetkan seluruh proyek strategis tersebut tuntas pada 15 Desember 2025. Namun mekanisme formal tetap berlaku jika terjadi keterlambatan. “Kalaupun lewat, biasanya ada mekanisme yang mengiringi itu. Entah itu perpanjangan waktu atau pemutusan kontrak,” tutupnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *