HGN di KLU Jadi Panggung Desakan Perlindungan Hukum Guru: Bupati Suarakan Pesan Tegas PB PGRI

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com — Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-80 PGRI di Lapangan Umum Gondang, Selasa (25/11), tak sekadar menjadi seremoni penghormatan bagi para pendidik. Di hadapan ribuan peserta upacara, forum itu justru berubah menjadi ruang kritik dan refleksi besar mengenai masa depan profesi guru yang kian menghadapi ancaman hukum dan tekanan perubahan zaman.

Bupati KLU Najmul Akhyar, yang bertindak sebagai inspektur upacara, membacakan amanat Ketua Umum PB PGRI dengan penekanan kuat pada isu perlindungan hukum bagi guru. Menurutnya, HGN tidak boleh dipandang sebagai kegiatan rutin, melainkan momentum untuk meninjau ulang peran fundamental para pendidik—yang sejak masa pendudukan kolonial hingga era digital hari ini, selalu berdiri di garda terdepan mencerdaskan bangsa.

banner 325x300

“Perjalanan PGRI adalah perjalanan pengabdian dan keberanian. Namun hingga kini masih ada guru yang berhadapan dengan proses hukum saat menjalankan tugas mendidik. Ini alarm bagi dunia pendidikan,” tegasnya.

Dalam amanat tersebut disampaikan desakan agar pemerintah pusat dan DPR RI menghadirkan regulasi khusus perlindungan profesi guru—mulai dari keamanan kerja, pencegahan kekerasan di sekolah, hingga perlindungan dalam sengketa pembelajaran. Menurut PGRI, ketiadaan payung hukum membuat pendidik menjadi pihak paling rentan saat terjadi persoalan di lingkungan sekolah.

Najmul menambahkan bahwa berbagai persoalan lain yang membelit profesi guru juga harus segera ditangani, termasuk percepatan sertifikasi, pembayaran tunjangan profesi yang merata, hingga penyelesaian polemik rekrutmen honorer menjadi ASN tanpa diskriminasi antara guru negeri dan swasta.

“Saya juga seorang guru. Kami memahami betul tantangan yang dihadapi. Pemerintah daerah akan terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan guru,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung rencana pembangunan Gedung Guru KLU sebagai bentuk penghormatan sekaligus ruang konsolidasi bagi pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi.

Upacara ditutup dengan penampilan tari “Gogorancah” oleh siswa-siswi SDN 1 Segara Katon—simbol bahwa kreativitas generasi muda adalah buah dari keteguhan dan dedikasi guru.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *