Gerakan Saber DO Dimaksimalkan, KLU Targetkan Nol Anak Putus Sekolah

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam menyelamatkan masa depan generasi muda memasuki babak baru. Melalui program Sapu Bersih Drop Out (Saber DO), Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) mengubah pendekatan penanganan putus sekolah dari sekadar pendataan menjadi gerakan jemput bola yang lebih agresif dan menyeluruh.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikbudpora KLU, M. Najib, mengatakan bahwa Saber DO kini menjadi motor utama untuk mempercepat penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), sekaligus mendukung program wajib sekolah 13 tahun. Dua kali pertemuan strategis telah digelar sebagai bagian dari penyusunan pola intervensi yang lebih terukur di semua kecamatan.

banner 325x300

“Saber DO bukan sekadar program administratif, tetapi gerakan turun langsung memastikan setiap anak kembali ke sekolah. Kami sedang menyusun strategi lintas sektor agar tidak ada lagi kasus DO di Lombok Utara,” ujarnya, Rabu (26/11).

Najib menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM tidak dapat dicapai tanpa menjamin akses pendidikan yang menyeluruh. Karena itu, pemda akan memperkuat peran sekolah, pemerintah desa, hingga tokoh masyarakat untuk memetakan dan memverifikasi anak-anak yang terindikasi berhenti sekolah.

“Tim kami akan turun melakukan verifikasi faktual. Bila ditemukan kendala ekonomi, kami siapkan jalur bantuan seperti beasiswa, afirmasi, atau pendampingan khusus. Setiap anak berhak mendapat solusi, bukan dibiarkan keluar dari sistem pendidikan,” tegasnya.

Program Saber DO juga akan dipadukan dengan evaluasi berkala, pemantauan angka ATS per kecamatan, dan pelaporan progres secara sistematis. Pemerintah menargetkan dalam beberapa tahun ke depan, angka putus sekolah di KLU dapat ditekan hingga ke level nol.

“Target kami jelas: tidak boleh ada anak Lombok Utara yang kehilangan hak pendidikannya. Ini investasi jangka panjang bagi kualitas SDM daerah,” kata Najib.

Dengan langkah-langkah penguatan tersebut, Pemkab KLU optimistis mampu mencapai wajib sekolah 13 tahun secara menyeluruh. Selain meningkatkan angka partisipasi sekolah, gerakan ini digadang menjadi pondasi penting pembentukan SDM unggul dan berdaya saing di masa mendatang.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *