Bupati Najmul Dorong “Kebangkitan Sekolah Adat”: Lombok Utara Siapkan Fondasi Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Sosialisasi Pendidikan Adat yang digelar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Paer Daya Lombok Utara, Jumat (28/11/2025), bukan sekadar seremoni budaya. Di balik forum ini, tersimpan arah baru pendidikan berbasis kearifan lokal yang mulai dijadikan fondasi pembentukan karakter generasi Lombok Utara.

‎Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH, dalam sambutannya menegaskan bahwa revitalisasi adat bukan nostalgia masa lalu, melainkan sebuah strategi membangun identitas masyarakat di tengah gempuran modernisasi.

‎“Kita menghidupkan kembali nilai-nilai baik warisan leluhur yang mulai hilang. Tidak banyak yang konsisten menjaga ini, sehingga kehadiran AMAN menjadi energi penting bagi pemerintah dan masyarakat,” ujar Bupati.

‎Salah satu fokus utama yang dibahas adalah penguatan Sekolah Adat, konsep pendidikan nonformal yang dirancang AMAN untuk mentransformasikan nilai-nilai budaya lokal menjadi pengetahuan generasi muda.

‎Bupati Najmul menilai kehadiran Sekolah Adat bukan hanya bermanfaat untuk sektor kebudayaan, tetapi bisa menjadi instrumen pendidikan karakter yang relevan dengan kebutuhan zaman.

‎“Sekolah Adat adalah ruang pendidikan yang luar biasa. Terima kasih kepada semua pihak yang meluangkan tenaga dan pikiran untuk menjaga wajah budaya Lombok Utara,” tegasnya.

‎Ketua Pengurus Daerah AMAN Paer Daya Lombok Utara, Sinarto, menyoroti bahwa tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini bukan sekadar soal hilangnya tradisi, melainkan menyusutnya moralitas yang sejatinya bersumber dari nilai-nilai adat.

‎“Revitalisasi nilai adat bukan pekerjaan satu-dua orang. Dampak modernisasi membuat banyak nilai kearifan lokal tergerus. Di situ peran Sekolah Adat menjadi penting,” jelasnya.

‎AMAN telah menyiapkan konsep besar pendidikan adat yang tidak hanya bicara budaya, tetapi juga potensi lokal seperti obat tradisional, permainan rakyat, hingga seni dan kuliner tradisional.

‎Saat ini terdapat empat Sekolah Adat yang aktif di Lombok Utara:

‎Sekolah Adat Bayan

‎Sekolah Adat Gumantar Pengorongan Amor-amor

‎Sekolah Adat Wet Sesait

‎Sekolah Adat Bentek

‎Keempatnya menjadi laboratorium hidup bagi generasi muda untuk menggali pengetahuan nenek moyang mereka.

‎Sinarto juga mengungkap bahwa fasilitator Sekolah Adat dari berbagai daerah di Indonesia akan berkunjung ke Lombok Utara. Selain belajar, mereka juga berdiskusi mengenai masa depan pengembangan pendidikan adat.

‎“Lombok Utara berbeda dari daerah lain. Nilai adatnya kuat. Forum ini akan menghasilkan pembahasan penting di masing-masing wilayah adat,” katanya.

‎Acara yang dihadiri oleh unsur pemerintah dan tokoh adat ini memperlihatkan satu hal: Lombok Utara mulai memosisikan budaya bukan hanya sebagai identitas, tetapi sebagai pilar pendidikan masa depan.

‎Dengan mengangkat kearifan lokal sebagai kurikulum alternatif, daerah ini menempatkan adat sebagai ruang belajar, ruang dialog, sekaligus ruang membentuk karakter generasi baru.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *