Sekolah Adat Lombok Utara Jadi Laboratorium Budaya, Diminati hingga Level Nasional

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Sekolah adat di Lombok Utara kini tidak sekadar wadah pelestarian budaya, tetapi telah berkembang menjadi laboratorium hidup bagi regenerasi nilai-nilai kearifan lokal. Konsep pendidikan berbasis adat yang digagas Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) Paer Daya ini bahkan mulai menarik perhatian jaringan Aman di seluruh Indonesia.

Inisiatif Sekolah Adat ini muncul dari kegelisahan banyak pihak terhadap merosotnya moralitas, menipisnya praktik kebudayaan tradisional, serta tekanan modernisasi yang kian kuat. Melalui program tersebut, Aman Paer Daya ingin memastikan bahwa identitas budaya masyarakat tidak hanya bertahan, tetapi juga relevan bagi generasi muda.

banner 325x300

Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar menilai, keberadaan sekolah adat merupakan langkah konkret dalam menyelamatkan warisan budaya yang hampir punah.
“Hadirnya Sekolah Adat adalah ikhtiar bersama untuk menghidupkan kembali praktik-praktik budaya baik yang mulai memudar. Tidak banyak yang bergerak dalam pelestarian ini, dan Aman menjadi garda terdepan,” ujar Bupati.

Ketua Aman Paer Daya Lombok Utara, Sinarto, menjelaskan bahwa program Sekolah Adat dirancang sebagai ruang belajar komunitas yang memadukan pembelajaran tradisi dengan konteks kehidupan modern.
“Ini adalah ruang untuk merevitalisasi dan mentransformasikan nilai-nilai adat kepada generasi muda. Sekolah Adat menjadi wadah menggali potensi budaya dan alam di tiap wilayah adat,” katanya.

Potensi budaya yang digarap cukup luas, mulai dari pengetahuan tentang obat-obatan tradisional, kuliner lokal, seni, hingga permainan rakyat. Menurut Sinarto, seluruh aspek tersebut harus kembali diangkat agar tidak hilang ditelan zaman.

Saat ini terdapat empat sekolah adat yang aktif di Lombok Utara: Sekolah Adat Bayan, Gumantar Pengorongan Amor-Amor, Wet Sesait, dan Bentek. Keempatnya berkembang dengan ciri khas masing-masing sesuai kekayaan budaya wilayah adatnya.

Yang menarik, keberhasilan sekolah-sekolah adat ini mulai memantik perhatian komunitas adat lain di Indonesia. Sinarto mengungkapkan bahwa jaringan Aman se-Indonesia berencana datang ke Lombok Utara untuk belajar, berkonsultasi, dan berdiskusi terkait masa depan pendidikan adat serta upaya pelestarian budaya lokal.

“Lombok Utara kini menjadi rujukan. Banyak yang ingin melihat bagaimana model ini bekerja di lapangan,” ujar Sinarto.

Program ini diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang tidak hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga mengembalikan kebanggaan masyarakat terhadap akar tradisinya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *