Tanjungtv.com — Kabupaten Lombok Utara menjadi pusat perhatian pendidikan usia dini di NTB setelah menjadi tuan rumah kegiatan Pembinaan dan Sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) Bunda PAUD yang menghadirkan perwakilan dari 10 kabupaten/kota pada Rabu, 3 Desember 2025. Tidak sekadar acara rutin, momentum ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menyatukan arah kebijakan PAUD di seluruh NTB agar bergerak dalam satu frekuensi.
Pembinaan ini turut dihadiri PLT. Kadis Dikbudpora KLU, H. Muhammad Najib, S.Pd., M.Pd., yang mewakili Bunda PAUD KLU Ny. Hj. Rohani Najmul Akhyar. Hadir pula Kepala BPMP Provinsi NTB, Katman, S.Pd., M.A., perwakilan Biro Kesra NTB, serta ratusan peserta dari Pokja Bunda PAUD tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa se-Lombok Utara.
Dalam sambutannya, Najib menegaskan bahwa masa depan pendidikan nasional tidak bisa dilepaskan dari kuatnya pondasi PAUD. Menurutnya, penguatan Bunda PAUD merupakan strategi jangka panjang untuk menyiapkan generasi emas yang memiliki karakter kuat dan kemampuan dasar yang matang.
“Kalau ingin pendidikan kita kuat, kita harus mulai dari usia dini. Masa emas anak adalah momen terbaik untuk memperkuat akar pendidikan mereka. Dari sinilah kemampuan mereka nanti bertumbuh dan menopang masa depan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPMP NTB Katman menilai kegiatan ini sebagai upaya besar untuk menyatukan persepsi seluruh Bunda PAUD di NTB agar perannya semakin strategis. Ia menjelaskan bahwa sosialisasi Juknis ini merupakan kunjungan ke-8 dari rangkaian pembinaan yang dilakukan di berbagai kabupaten/kota.
“Momentum ini dibangun untuk memperkuat sinergi. Bunda PAUD di tingkat kabupaten, kecamatan, sampai desa harus berada dalam satu pemahaman agar gerak revitalisasi PAUD berjalan seragam dan efektif,” ujarnya.
Acara tidak berhenti pada penyampaian materi. Forum ini juga membuka ruang berbagi praktik baik antar daerah, mulai dari inovasi literasi anak usia dini, penguatan karakter, hingga penciptaan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak. Para narasumber menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor—pemerintah, mitra organisasi, hingga masyarakat—untuk mewujudkan PAUD Holistik Integratif yang menyentuh seluruh aspek tumbuh kembang anak.
Pembahasan teknis mengenai Juknis Bunda PAUD menjadi ruang paling intens. Alur tugas, mekanisme koordinasi, hingga penyelarasan program kerja dibedah agar dapat diaplikasikan secara konkret oleh Bunda PAUD dari tingkat kabupaten hingga desa. Diharapkan, setelah kembali ke wilayah masing-masing, peserta mampu menjadi penggerak dalam penguatan PAUD secara menyeluruh.
Sebagai tuan rumah, Lombok Utara menegaskan komitmennya mendukung penuh gerakan nasional PAUD berkualitas. Melalui kegiatan ini, KLU tidak hanya berperan sebagai penyedia ruang, tetapi juga sebagai motor penggerak konsolidasi PAUD di NTB.
Kegiatan ditutup dengan deklarasi komitmen bersama untuk mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak, sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan daerah maupun bangsa. Dengan sinergi yang semakin solid, NTB diharapkan mampu menjadi role model penguatan PAUD di tingkat nasional.















