Tanjungtv.com – Kecamatan Pemenang kembali menjadi sorotan nasional. Bukan semata karena kerentanannya terhadap bencana, tetapi karena wilayah ini dinilai layak menjadi model praktik terbaik tata kelola ketangguhan berbasis kawasan. Hal ini ditegaskan lewat kunjungan kerja Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Bappenas RI, Maliki, ST., MSIE., Ph.D, bersama Direktur Kemandirian Sosial dan Ekonomi Bappenas RI Dinar Dana Kharisma, SE., MALD., Ph.D, Rabu (3/12) di Aula Kantor Desa Malaka.
Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri dalam penyambutan resminya menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kecamatan Pemenang sebagai wilayah pembelajaran. “Kehadiran Bappenas tidak hanya membawa arahan, tetapi juga harapan baru bagi Lombok Utara dalam memperkuat infrastruktur dan kapasitas SDM menghadapi bencana,” ujarnya.
KLU: Daerah Rawan yang Harus Menjadi Daerah Tangguh
Wabup Kusmalahadi memaparkan bahwa Lombok Utara—yang kini memasuki usia 17 tahun—memiliki catatan bencana yang berat, mulai dari gempa 2018 yang meluluhlantakkan infrastruktur hingga bencana siklus tahunan seperti kekeringan, tanah longsor, dan banjir.
“Jalur Pusuk dan Desa Menggala adalah titik yang setiap musim hujan selalu kami waspadai,” tegasnya.
Meski demikian, Lombok Utara tetap memiliki nilai strategis: menjadi pintu masuk wisatawan dari tiga jalur utama—Pusuk, Malimbu, dan Kokoq Putek—serta kawasan dengan kekuatan budaya dan kerukunan masyarakat yang tinggi.
Bappenas: Pemenang Punya Potensi Besar Jadi Pusat Belajar Penanggulangan Bencana
Deputi Maliki menegaskan bahwa program penguatan ketangguhan yang dijalankan merupakan bagian dari kolaborasi internasional antara Pemerintah Indonesia, Australia, dan program Siap Siaga, yang fokus pada manajemen risiko bencana.
“Kami memandang Pemenang sebagai wilayah yang tepat untuk mengembangkan praktik tata kelola ketangguhan, karena risiko bencana yang tinggi dan sekaligus intensitas aktivitas wisata yang besar,” jelasnya.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, memperkuat sistem respon, serta mempercepat pembelajaran lintas wilayah terkait mitigasi bencana.
Pemenang, Dari Rawan Menjadi Percontohan
Kehadiran dua pejabat tinggi Bappenas di Pemenang bukan hanya bentuk monitoring, tetapi juga pengakuan terhadap upaya pemerintah daerah dalam membangun ketangguhan pascabencana.
“Kami berharap apa yang kami lakukan di sini benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat Lombok Utara,” tutup Deputi Maliki.
Kunjungan ini turut dihadiri Kadis P2KBPMD KLU Atmaja Gumbra, Camat Pemenang Datu Aryanata Bayuaji, para kepala desa se-Kecamatan Pemenang, serta sejumlah undangan lainnya.















