Tanjungtv.com – Peresmian Masjid Al-Bayani di Dusun Karang Pendagi, Desa Gondang, bukan hanya menjadi momen perayaan berdirinya rumah ibadah baru, tetapi juga penegasan arah pembangunan masyarakat yang berorientasi pada pendidikan dan pembinaan generasi muda. Prosesi pemotongan pita oleh Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH bersama Pimpinan Yayasan Ponpes Assunnah Lombok, Abdul Husni Lc, pada Sabtu (7/12), menandai dimulainya babak baru bagi kehidupan beragama warga setempat.
Turut hadir mendampingi Bupati, Pj Sekda KLU Sahabudin, S.Sos., M.Si., serta Camat Gangga Mahzan Zohdi, yang bersama masyarakat menyaksikan peresmian masjid hasil kolaborasi jama’ah dan para donatur melalui Ponpes Assunnah Lombok.
Dalam sambutannya, Bupati Najmul menekankan bahwa berdirinya masjid ini bukan sekadar simbol pembangunan fisik, tetapi representasi dari semangat gotong royong dan rasa syukur masyarakat Dusun Karang Pendagi.
“Alhamdulillah hari ini kita menyaksikan Masjid Al-Bayani berdiri. Ini tidak lepas dari dukungan jama’ah yang bersama-sama bergotong royong, dan tentu para donatur yang mempercayakan bantuannya melalui Ponpes Assunnah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa nilai utama masjid bukan terletak pada besar atau megahnya bangunan, melainkan pada ketulusan amal serta keberlanjutan aktivitas keagamaan di dalamnya. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memaksimalkan fungsi masjid pasca peresmian, terutama dalam memakmurkan shalat lima waktu.
Lebih jauh, Bupati Najmul menyoroti peran masjid sebagai pusat peradaban dan ruang pembinaan karakter generasi muda. Menurutnya, masjid harus menjadi tempat tumbuhnya anak-anak yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki ketakwaan kepada Allah SWT.
“Dengan peresmian ini, Masjid Al-Bayani diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda, sekaligus memakmurkan rumah ibadah,” harapnya.
Dengan berdirinya Masjid Al-Bayani, masyarakat Karang Pendagi kini memiliki ruang baru yang bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk memperkuat persatuan, pendidikan moral, dan pengembangan kegiatan umat.















