Tanjungtv.com — Pelatihan dan Sertifikasi Supervisor K3 Konstruksi yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., Senin (8/12), tidak hanya menjadi agenda peningkatan kompetensi, tetapi juga dinilai sebagai titik awal “revolusi standar” bagi SDM konstruksi di daerah.
Kegiatan yang digelar Dinas PUPR KLU di Lesehan Sasak Narmada itu menghadirkan Kabid Cipta Karya PUPR Rangga Wijaya, narasumber Ir. Siti Nurul Hijah, ST., MT., serta Asesor Balai Jasa Konstruksi IV Surabaya Irsyadul Ibad. Sebanyak 35 peserta dari tenaga konstruksi utama hadir mengikuti rangkaian pelatihan yang dirancang lebih teknis dan aplikatif dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Dalam sambutannya, Wabup Kusmalahadi menekankan bahwa Lombok Utara membutuhkan tenaga konstruksi yang bukan hanya mahir membangun, tetapi juga memiliki kesadaran dan sertifikasi keselamatan kerja yang setara dengan standar nasional. Baginya, pelatihan seperti ini adalah investasi jangka panjang bagi kualitas pembangunan daerah.
“Kompetensi tanpa sertifikasi tidak akan cukup. Dunia kerja konstruksi hari ini menuntut bukti kemampuan, bukan sekadar pengalaman. Melalui pelatihan ini, kita ingin memastikan para tenaga konstruksi kita siap bersaing dan bekerja secara profesional,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Balai Jasa Konstruksi IV Surabaya yang selama ini konsisten membantu daerah dalam peningkatan SDM konstruksi. Wabup mendorong generasi muda untuk memanfaatkan kesempatan sertifikasi ini sebagai batu loncatan menuju karier yang lebih mapan di bidang konstruksi.
“Kalian adalah calon pemimpin pembangunan Lombok Utara. Maka, tingkatkan kemampuan, pahami prosedur keselamatan, dan jadilah tenaga konstruksi yang siap menghadapi tantangan era baru,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Cipta Karya PUPR Rangga Wijaya berharap pelatihan Supervisor K3 bisa menjadi program berkelanjutan setiap tahun. Menurutnya, budaya K3 adalah fondasi penting untuk menciptakan proyek pembangunan yang aman, efisien, serta minim risiko kecelakaan.
“Kami ingin kegiatan seperti ini terus dilakukan agar semakin banyak tenaga konstruksi yang terlatih dan bersertifikasi. Dengan kompetensi yang kuat, kita bisa memastikan pembangunan di Lombok Utara berjalan sesuai standar keselamatan,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menilai pelatihan ini sebagai langkah nyata memperkuat kualitas SDM konstruksi daerah yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan pembangunan di masa mendatang.















