Tanjungtv.com — Upaya mitigasi kecelakaan laut di Kabupaten Lombok Utara (KLU) memasuki babak baru. Pelatihan peningkatan kapasitas search and rescue (SAR) permukaan air yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KLU di Pantai Penyambuan Beach, Selasa (9/12), tak hanya menjadi ajang peningkatan skill, tetapi juga ruang memperkuat kolaborasi berbagai unsur kebencanaan.
Puluhan relawan dari beragam elemen mulai dari TRC BPBD, potensi SAR, hingga organisasi kebencanaan lokal—turut serta. Aktivitas pagi itu mengubah kawasan pantai menjadi arena simulasi penyelamatan yang menggambarkan kondisi kritis di lapangan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD KLU, Putradi, menegaskan bahwa kerja bersama menjadi kunci penguatan kesiapsiagaan di wilayah dengan garis pantai luas dan aktivitas nelayan yang tinggi tersebut.
“Ini bukan sekadar pelatihan teknis. Ini tentang membangun kesadaran kolektif dan respons terpadu ketika insiden di laut terjadi,” ujarnya.
Para peserta mendapatkan materi dasar hingga teknik penyelamatan lanjutan, termasuk penggunaan peralatan, penerapan standar keamanan, dan pola komunikasi darurat. Usai materi, seluruh peserta langsung diterjunkan untuk mempraktikkan skenario penyelamatan di garis pantai.
“Tahun ini kami melibatkan tambahan peserta dari TSPD dan Kencana. Ke depan, desa dan kecamatan juga harus ikut serta,” tambah Putradi.
Menurutnya, semakin banyak pihak yang memahami prosedur keselamatan, semakin kecil risiko jatuhnya korban jiwa. Ia berharap kemampuan personel TRC dan relawan terus meningkat sehingga dapat bekerja lebih cepat, profesional, dan adaptif, tidak hanya di laut tetapi juga di hutan maupun kondisi darurat lainnya.
Fasilitator utama pelatihan, Koordinator Unit Siaga SAR Bangsal, I Gusti Komang Aryadana, menyebut kegiatan ini sekaligus menjadi media penyegaran keterampilan bagi peserta yang sebelumnya pernah mengikuti pelatihan Basarnas.
“Teknik itu bisa hilang kalau tidak dilatih. Minimal peserta harus mampu menyelamatkan diri sendiri sebelum menolong orang lain,” katanya.
Aryadana kembali menekankan pentingnya teknik dasar RTRGT—reach, throw, row, go, tow, yang menjadi fondasi penanganan penyelamatan permukaan air. Semua teknik itu diuji langsung di lapangan agar peserta memahami cara bertindak efektif dalam situasi nyata.
Pelatihan ini menjadi bagian dari strategi BPBD KLU untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat pesisir. Dengan tingginya potensi kecelakaan laut dan laporan orang hilang di perairan, kemampuan teknis relawan dan tim SAR perlu terus diperbarui.
Tujuannya satu: menghadirkan personel yang profesional, responsif, dan siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan.















