Tanjungtv.com – Kabupaten Lombok Utara (KLU) mencatatkan langkah penting dalam transformasi penanganan bencana dengan membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD) di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Tidak sekadar tambahan struktur, ULD diposisikan sebagai motor perubahan paradigma kebencanaan: dari respons umum, menjadi respons yang benar-benar inklusif.
Keberadaan ULD ini menjadi yang pertama di Nusa Tenggara Barat (NTB), menandai komitmen pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada kelompok rentan yang tertinggal dalam penanganan darurat.
Kepala Pelaksana BPBD KLU, M. Zaldy Rahadian, menyampaikan bahwa ULD dibentuk untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan, di mana penyandang disabilitas seringkali menghadapi hambatan dalam mengakses bantuan saat bencana.
“Ini bagian dari komitmen kami memastikan penyandang disabilitas mendapatkan layanan setara, terutama dalam situasi kedaruratan,” ujarnya.
Zaldy menegaskan, ULD bukan hanya simbol perhatian, tetapi menjadi metode baru agar pelayanan kebencanaan benar-benar merata. “Semua masyarakat memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan prima. Kami ingin memastikan tidak ada satupun warga yang terpinggirkan,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Sekda KLU Sahabudin menilai kehadiran ULD sebagai inovasi strategis, terutama karena Lombok Utara merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Menurutnya, keberadaan layanan inklusif seperti ULD akan memberi jaminan bahwa pemerintah hadir untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa kecuali.
“Pada saat bencana, tidak boleh ada diskriminasi layanan. Termasuk bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Ia juga mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengambil langkah serupa. Menurutnya, layanan ramah disabilitas harus menjadi standar di semua sektor pemerintahan, bukan hanya menjadi tanggung jawab instansi tertentu.
“Semua OPD harus menginisiasi layanan inklusif, sehingga akses pelayanan bagi penyandang disabilitas tersedia di seluruh lini,” tandasnya.
Dengan lahirnya ULD, Lombok Utara dipandang sedang membuka era baru penanggulangan bencana berbasis inklusi, sekaligus memposisikan daerah ini sebagai pelopor layanan kebencanaan yang lebih manusiawi di NTB.















