Pembangunan RS Bayan Prioritaskan Akses Jalan dan Pengamanan Lahan, Layanan Medis Menyusul Bertahap

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) di Kecamatan Bayan kini mengerucut pada langkah-langkah dasar yang dianggap paling krusial oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU). Pemda memastikan bahwa tahap awal proyek ini akan difokuskan pada penataan lahan dan pembukaan akses jalan menuju lokasi rumah sakit, sebelum bangunan utama mulai dikerjakan.

Kepala Dinas Kesehatan KLU, Lalu Bahrudin, mengatakan bahwa proses administratif dan perencanaan sudah menunjukkan perkembangan signifikan. Feasibility study (FS) atau uji kelayakan telah rampung, dengan hasil menunjukkan bahwa lokasi di Desa Andalan layak hingga 80 persen untuk pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.

banner 325x300

“Setelah FS, kami melanjutkan penyusunan masterplan dan DED yang saat ini masih berjalan. Namun anggaran penyelesaiannya baru tersedia pada 2026,” ujar Bahrudin.

Lokasi RS yang berdiri di atas lahan pemda seluas 3 hektare itu kini dalam tahap pematangan bidang. Pemda juga menunggu kedatangan tim appraisal untuk menilai tanah milik warga yang bakal dibebaskan sebagai akses jalan utama.

Menurut Bahrudin, warga yang terdampak rencana pembebasan lahan telah memberikan surat kuasa di hadapan notaris. Langkah ini menjadi titik terang penyelesaian akses yang selama ini menjadi perhatian utama.

Total kebutuhan anggaran pembangunan RS mencapai Rp 142 miliar, mencakup gedung dan fasilitas pendukung. Namun pada APBD 2026, pemda baru menyetujui anggaran untuk pembebasan lahan dan pemagaran. Sementara fasilitas penting seperti IGD dan sejumlah poli belum mendapatkan alokasi.

“Kalau ada revisi anggaran, bisa saja IGD dibangun lebih awal. Namun untuk saat ini, yang pasti hanya pembebasan lahan dan pemagaran. Pembangunan bertahap adalah skenario yang realistis,” jelasnya.

Bahrudin juga menegaskan bahwa RS Bayan ditargetkan beroperasi pada masa pemerintahan Bupati Najmul Akhyar dan Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri. Secara perizinan, sebagian besar akan diproses di daerah, sementara pemerintah pusat hanya menerima pemberitahuan terkait pembangunan RS tipe D yang berfungsi sebagai penunjang RSUD tipe C Lombok Utara.

Dari sisi SDM, rumah sakit itu nantinya memerlukan tujuh dokter spesialis dasar dan satu spesialis penunjang. Ia berharap pemerintah pusat dapat membantu melalui program penempatan dokter spesialis. Bila tidak, kebutuhan dapat ditopang dari tenaga RSUD Lombok Utara yang kini memiliki lebih dari satu dokter di beberapa bidang spesialis.

“Bidan dan perawat pasti juga akan ditambah seiring kebutuhan operasional RS,” tutupnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *