RS Tipe D Bayan Belum Dibangun, Pemda Fokus Bereskan Dokumen dan Desain Teknis

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe D di Kecamatan Bayan kembali menegaskan bahwa Pemkab Lombok Utara belum bisa memulai pekerjaan fisik dalam waktu dekat. Alih-alih langsung membangun, pemerintah daerah kini mengarahkan fokus pada penyelesaian dokumen fundamental yang menjadi prasyarat utama konstruksi.

Kepala Dinas Kesehatan KLU, dr. Lalu Bahrudin, mengatakan tim percepatan pembangunan yang bekerja berdasarkan SK bupati telah menetapkan lokasi rumah sakit di atas lahan milik daerah seluas sekitar 3 hektare di Desa Andalan. Lokasi tersebut juga telah ditinjau langsung oleh Bupati Lombok Utara.

banner 325x300

“Lokasinya sudah kami ajukan dan dinilai. Hasil penilaian sementara mencapai 80 persen kelayakan. Selanjutnya kami akan mengajak Komisi III untuk melihat kondisi lapangan,” ujar Bahrudin, Kamis (11/12).

Dengan penilaian sementara yang dinyatakan layak, tim kini bergerak ke tahap lanjutan sesuai standar pembangunan fasilitas kesehatan. Tahapan itu meliputi penyusunan masterplan, detail engineering design (DED), hingga pembebasan lahan tambahan untuk akses masuk dan pembangunan pagar keliling.

Seluruh proses awal tersebut telah dialokasikan dalam APBD 2026, termasuk pengurusan perizinan dan penyusunan dokumen teknis lainnya. Karena itu, pembangunan fisik dipastikan belum bisa dimulai pada tahun yang sama.

“Pembangunan gedung belum bisa dikerjakan pada 2026 karena izin dan perencanaan harus tuntas dulu. Ini pondasi yang tidak boleh dilompati,” tegas Bahrudin.

Ia menambahkan, proyek RS Tipe D Bayan membutuhkan anggaran besar, diperkirakan sekitar Rp140 miliar. Pembiayaan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan kas daerah. Tahap awal pembangunan nantinya akan difokuskan pada gedung IGD dan beberapa poli, sambil berharap dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

“Kalau semua dokumen selesai tepat waktu, pembangunan fisik bisa dimulai setelah 2026 secara bertahap,” imbuhnya.

Pemkab KLU menempatkan pembangunan rumah sakit ini sebagai salah satu program prioritas, terutama untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi warga wilayah timur Lombok Utara yang selama ini harus bergantung pada fasilitas di luar Bayan.

Pemerintah menargetkan rumah sakit tersebut dapat berdiri dan beroperasi sebelum masa jabatan bupati berakhir.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *