DLH KLU Perkuat Program Hijau: Dorong Pertanian Tanpa Bakar dan Perluas RTH di Lombok Utara

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menegaskan langkah proaktif dalam menjaga kualitas lingkungan dengan memperkuat program penghijauan sekaligus mendorong masyarakat menerapkan metode pertanian tanpa bakar. Kepala DLH KLU, Husnul Ahadi, mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya mengubah pola lama pembukaan lahan yang masih mengandalkan pembakaran.

Ia menuturkan bahwa praktik membakar lahan masih kerap ditemukan di beberapa titik wilayah pertanian dan perkebunan. Meski kawasan hutan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah kabupaten tetap bertanggung jawab menjaga kualitas udara dan ekosistem di wilayahnya.

banner 325x300

“Dari sisi lingkungan hidup, kami tetap mengimbau masyarakat—terutama petani dan pekebun—agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ada metode lain yang lebih ramah lingkungan dan sesuai aturan,” jelas Husnul, Kamis (11/12).

Dorong Zero Burning dan Edukasi Berkelanjutan

Untuk memutus kebiasaan pembukaan lahan dengan api, DLH intens melakukan edukasi kepada masyarakat. Pemerintah daerah juga mulai mendorong penerapan teknik zero burning, yang di berbagai daerah terbukti efektif mengurangi risiko kebakaran lahan, pencemaran udara, hingga kerusakan ekosistem.

“Ini soal mengubah kebiasaan. Kami terus turun ke lapangan untuk memberikan pemahaman agar masyarakat tidak lagi menggunakan metode pembakaran,” ujarnya.

Perluasan RTH dan Penanaman Pohon di Koridor Jalan Lingkar Utara

Tak hanya fokus pada pencegahan pembakaran, DLH juga memperkuat komitmen penghijauan. Tahun mendatang, DLH berencana memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai bagian dari penataan kota dan peningkatan kualitas udara.

RTH ini nantinya berfungsi ganda—sebagai ruang publik serta penyeimbang ekologi bagi kawasan perkotaan di Lombok Utara.

Program lain yang sedang dipersiapkan adalah penanaman pohon di sepanjang koridor Jalan Lingkar Utara, dengan melibatkan pemerintah desa, komunitas lingkungan, hingga kelompok pemuda. Pola kolaboratif ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan tutupan vegetasi di kabupaten tersebut.

Pengawasan Diperketat, Pendekatan Tetap Persuasif

Dalam memastikan setiap kegiatan masyarakat berjalan sesuai aturan, Husnul menegaskan DLH akan memperkuat pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan. Monitoring berkala terus dilakukan, diikuti pembinaan sebelum penindakan.

“Kami ingin menjaga lingkungan tetap sehat. Makanya pendekatan tetap persuasif dan edukatif. Tapi kalau pelanggaran terus diulang, kami bisa ambil tindakan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Dengan sejumlah program strategis mulai dari edukasi zero burning hingga perluasan ruang hijau, DLH berharap kualitas lingkungan Lombok Utara semakin terjaga sekaligus mendukung keberlanjutan pertanian dan kehidupan masyarakat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *