Keselamatan Lintasan Kayangan–Poto Tano Dipertaruhkan, Armada Tua Dominasi Penyeberangan

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Keselamatan pelayaran di lintasan vital Pelabuhan Kayangan (Kabupaten Lombok Timur) menuju Pelabuhan Poto Tano (Kabupaten Sumbawa Barat) kembali dipertanyakan. Rentetan insiden kerusakan kapal dalam waktu singkat membuka fakta bahwa lintasan strategis tersebut masih sangat bergantung pada armada tua yang mayoritas dikelola pihak swasta.

Dalam kurun waktu kurang dari sebulan, tercatat tiga kapal mengalami gangguan teknis saat melayani penyeberangan. Insiden terbaru menimpa KMP Jax milik PT Surya Timur Line (STL), Sabtu malam (13/12), ketika kapal mengalami gangguan sistem kemudi saat hendak sandar di Pelabuhan Poto Tano sekitar pukul 20.00 WITA.

banner 325x300

General Manager PT ASDP Cabang Kayangan, Erlisetya Wahyudi, membenarkan kejadian tersebut. Meski sempat mengalami kendala, kapal berhasil sandar dengan aman dan seluruh penumpang dalam kondisi selamat.

“Posisi kapal mengalami trouble di dekat lampu hijau Pelabuhan Poto Tano, mendekati dermaga. Kapal sudah berhasil sandar, dan semua penumpang aman,” ujar Wahyudi, Ahad (14/12).

Namun, insiden ini mempertegas kerentanan sistem penyeberangan yang setiap harinya menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarpulau. Wahyudi mengungkapkan, dari total 28 kapal yang beroperasi di lintasan Kayangan–Poto Tano, hanya dua kapal yang murni dimiliki ASDP. Enam kapal lainnya merupakan milik sister company, sementara sisanya dikelola oleh perusahaan swasta.

Komposisi armada tersebut memunculkan kekhawatiran terkait standar kelayakan dan pengawasan, mengingat sebagian kapal telah berusia tua dan rawan mengalami gangguan teknis. Sorotan pun datang dari DPRD NTB yang meminta evaluasi menyeluruh terhadap armada penyeberangan demi menjamin keselamatan penumpang.

Saat ini, KMP Jax telah ditarik dari operasional untuk menjalani perbaikan. Uji kelayakan pascaperbaikan akan dilakukan secara menyeluruh oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) sebelum kapal kembali diizinkan berlayar.

Rentetan kejadian ini menjadi peringatan serius bahwa keselamatan lintasan Kayangan–Poto Tano tidak cukup hanya mengandalkan respons darurat, tetapi membutuhkan pembenahan menyeluruh, terutama terkait pembaruan armada dan penguatan pengawasan terhadap kapal-kapal yang beroperasi.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *