Tanjungtv.com — Kurma Kumari, komoditas unggulan Kabupaten Lombok Utara (KLU), bersiap naik kelas dari inisiatif lokal menuju proyek strategis nasional. Pemerintah daerah kini mengarahkan langkah serius dengan membuka jalur komunikasi langsung ke pemerintah pusat agar pengembangan kurma masuk dalam skema pembiayaan APBN.
Bupati KLU Najmul Akhyar menilai, pengakuan internasional yang telah diraih Kurma Kumari harus ditindaklanjuti dengan dukungan konkret dari pusat. Ia menegaskan, keterbatasan anggaran daerah tidak boleh menjadi penghambat ekspansi komoditas bernilai tinggi tersebut.
“Kurma ini bukan lagi sekadar potensi lokal. Pengakuan internasional sudah ada, sekarang tugas kita memastikan negara hadir mendukung pengembangannya,” ujar Najmul, Senin (22/12).
Najmul secara khusus meminta Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) KLU untuk menjalin komunikasi langsung dengan Kementerian Pertanian. Langkah ini dimaksudkan agar potensi ekonomi Kurma Kumari dapat dipresentasikan sebagai peluang pengembangan pertanian nasional berbasis lahan kering.
Kurma Kumari sendiri telah dipatenkan dan menempati peringkat ketujuh dunia berdasarkan penilaian Khalifa International Date Palm Association (KIDPA) yang berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Capaian ini dinilai menjadi modal kuat untuk menarik perhatian dan dukungan program dari pemerintah pusat.
Di tingkat daerah, pengembangan kurma dijalankan melalui kolaborasi petani dan investor yang difasilitasi Asosiasi Kurma Ukhuwah Datu Nusantara (UDAN) dengan pola Nyakap. Skema ini memungkinkan kerja sama bagi hasil tanpa mengalihkan kepemilikan lahan petani.
Tak hanya fokus pada perluasan tanam, inovasi juga terus dilakukan. Kurma dikembangkan dengan sistem tumpang sari bersama komoditas lahan kering seperti Sacha inchi, serta melalui riset persilangan dengan tanaman salak. Riset tersebut melibatkan BRIN, Brida NTB, dan sejumlah perguruan tinggi nasional.
Dengan fondasi kolaborasi, inovasi, dan pengakuan global yang telah terbentuk, Najmul optimistis dukungan APBN akan menjadi akselerator penting. Ia menargetkan Lombok Utara tidak hanya sebagai penghasil kurma, tetapi juga sebagai sentra kurma nasional di masa depan.















