FPRB Lombok Utara Bangun Ketangguhan Bencana dari Bangku Sekolah

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Lombok Utara tidak hanya bergerak pada penanganan risiko bencana di tingkat desa, tetapi juga mulai menanamkan budaya siaga bencana sejak usia dini. Upaya ini dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.

Sekretaris FPRB Lombok Utara, Samsul Muhyin, mengatakan bahwa penguatan kapasitas masyarakat kini diperluas dengan menyasar anak-anak usia sekolah. Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang dibarengi pendekatan edukatif hingga ke tingkat akar rumput.

banner 325x300

“Pendekatan ini tidak hanya menyentuh masyarakat umum, tetapi juga generasi muda agar mereka memahami risiko bencana sejak dini,” ujarnya.

Menurut Samsul, peran FPRB secara kelembagaan memang diarahkan untuk mengawal, mendampingi, serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Penguatan Destana dan penanggulangan risiko bencana menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tugas tersebut.

Upaya FPRB semakin kuat setelah terbitnya Peraturan Bupati Lombok Utara tentang Gerakan Literasi Bencana. Regulasi ini menjadi payung hukum dalam penyusunan bahan ajar Satuan Pendidikan Aman Bencana yang ditujukan bagi peserta didik.

“Edukasi sejak dini adalah kunci membangun kesiapsiagaan masyarakat di masa depan,” tegas Samsul.

Ia menambahkan, materi literasi bencana dikemas dengan pendekatan ramah anak agar mudah dipahami dan diterapkan. Melalui media edukasi tersebut, anak-anak diharapkan mampu mengenali potensi bencana di sekitarnya serta memiliki respons cepat saat menghadapi situasi darurat.

“Setelah adanya Perbup Gerakan Literasi Bencana, kami menyusun bahan media edukasi untuk anak-anak sekolah supaya mereka memahami dan siap merespons bencana yang dihadapi,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *