Strategi Kreatif Pelaku Wisata Dongkrak Okupansi Hotel Gili Tramena Akhir Tahun

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Arus kunjungan wisatawan ke kawasan Gili Tramena (Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air) di Kabupaten Lombok Utara kembali menunjukkan tren positif menjelang libur panjang akhir tahun. Para pelaku usaha pariwisata pun bergerak cepat menyiapkan berbagai strategi kreatif demi menjaga stabilitas tingkat hunian hotel.

Gili Hotel Association (GHA) memproyeksikan okupansi hotel di kawasan Tiga Gili mampu menyentuh angka 70 persen, bahkan berpeluang lebih tinggi hingga akhir Desember 2025. Ketua GHA, Lalu Kusnawan, mengungkapkan bahwa meski kunjungan sempat melandai pada awal Desember, momentum libur akhir tahun menjadi titik balik kebangkitan sektor pariwisata.

banner 325x300

“Puncak kunjungan wisatawan kami perkirakan berlangsung hingga 31 Desember. Okupansi relatif stabil di kisaran 60–70 persen,” ujar Kusnawan.

Untuk mempertahankan performa tersebut, pelaku usaha perhotelan tidak hanya mengandalkan jumlah kunjungan, tetapi juga mendorong peningkatan length of stay wisatawan. Beragam paket layanan disiapkan, mulai dari makan malam tematik, pertunjukan musik, hiburan khusus, hingga pesta pergantian tahun.

“Diversifikasi layanan menjadi kunci. Wisatawan tidak hanya menginap, tetapi juga menikmati pengalaman liburan yang lebih lengkap,” tambahnya.

Dari sisi pasar, wisatawan domestik masih menjadi penopang utama kunjungan. Sementara itu, wisatawan mancanegara, khususnya dari Australia, tetap menunjukkan minat tinggi. “Banyak turis Australia yang menganggap Tiga Gili seperti rumah kedua untuk merayakan akhir tahun,” kata Kusnawan.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara turut mengambil langkah strategis dengan mengalihkan pusat kemeriahan acara penutup tahun ke Kecamatan Kayangan. Kebijakan ini bertujuan mendistribusikan wisatawan agar tidak terpusat di Gili Tramena sekaligus menggerakkan ekonomi wilayah lain.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Denda Dewi Tresni Budi Astuti, menjelaskan bahwa pemilihan Kayangan sejalan dengan konsep event bergilir yang telah diterapkan sebelumnya. Setelah Pemenang dan Tanjung, kini Kayangan mendapat kesempatan menampilkan potensi alam dan budaya lokal.

“Event ini kami rancang untuk mempromosikan potensi daerah sekaligus memberi ruang bagi UMKM dan pelaku wisata lokal,” jelasnya.

Beragam kegiatan akan memeriahkan rangkaian acara di Kayangan, mulai dari pertunjukan seni tradisional, festival musik, bazar produk UMKM, hingga atraksi wisata berbasis budaya. Diharapkan, sinergi antara kawasan Gili Tramena dan wilayah daratan Lombok Utara mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih merata selama libur akhir tahun.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *