Tanjungtv.com – Penghargaan Desa Sadar Kerukunan yang kembali diraih Desa Bentek pada awal 2026 bukan dipandang sebagai capaian seremonial semata. Pemerintah desa justru menegaskan komitmen untuk menjadikan penghargaan tersebut sebagai pijakan memperkuat keharmonisan masyarakat multikultural di Lombok Utara.
Kepala Desa Bentek, Warna Wijaya, menyebut penghargaan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi NTB itu merupakan amanah bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kerukunan yang terbangun selama ini harus terus dirawat melalui peran aktif warga lintas agama.
“Ini bukan hanya soal kebanggaan desa, tetapi tanggung jawab kolektif untuk menjaga harmoni di tengah keberagaman,” ujar Warna Wijaya.
Sebagai desa yang dikenal sebagai Desa Moderasi Beragama dan miniatur Lombok Utara, Bentek dihuni oleh masyarakat dari tiga agama yang hidup berdampingan. Kondisi tersebut menjadi kekuatan sosial yang terus dijaga melalui pendekatan dialog dan musyawarah.
Ke depan, Pemerintah Desa Bentek berencana mendorong program-program produktif yang mendukung kerukunan antarumat beragama. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah dialog lintas agama dengan melibatkan tokoh-tokoh dari seluruh pemeluk agama di desa tersebut.
Warna Wijaya juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah melalui program pemberdayaan masyarakat yang berbasis harmoni sosial, sehingga kerukunan tidak hanya terjaga secara kultural, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan warga.
Penghargaan Desa Sadar Kerukunan tersebut diserahkan pada puncak peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 yang berlangsung di Mataram, Sabtu (3/1). Capaian ini melengkapi prestasi sebelumnya, di mana Desa Bentek juga menerima Peace Maker Justice Award (PJA) dari Kementerian Hukum RI pada akhir 2025.
Kepala Kanwil Kemenag NTB, Zamroni Aziz, menjelaskan penghargaan diberikan kepada 11 tokoh yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam mengimplementasikan Asta Protas Kementerian Agama. Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Kepala Desa Bentek.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam penguatan kerukunan umat beragama, peningkatan layanan publik, pengembangan pendidikan keagamaan, serta inovasi digitalisasi layanan,” kata Zamroni.















