Tanjungtv.com – Sorotan penanganan sampah di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dinilai masih timpang. Di tengah keseriusan Pemda membenahi kawasan wisata tiga Gili, persoalan sampah di wilayah daratan justru kian memprihatinkan dan terkesan terabaikan.
Anggota DPRD KLU dari Fraksi Gerindra, Artadi, menilai kondisi daratan KLU saat ini mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah daerah terhadap pengelolaan sampah di luar kawasan wisata. Ia menyebut, tumpukan sampah rumah tangga kini mudah ditemui di berbagai titik, mulai dari pinggir jalan, lahan kosong, hingga saluran air.
“Jangan sampai citra bersih hanya terlihat di tiga Gili, sementara daratan KLU justru kumuh karena sampah. Ini soal keadilan perhatian pemerintah,” tegas Artadi, Selasa (13/1).
Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa semata-mata dibebankan kepada masyarakat. Ia menilai minimnya fasilitas dasar seperti tong sampah dan sistem pengangkutan menjadi penyebab utama warga membuang sampah sembarangan.
“Kalau sarana tidak disiapkan, wajar masyarakat kebingungan. Akhirnya sampah dibuang ke lokasi sepi, ke sungai, atau ke saluran air,” ujarnya.
Artadi menegaskan, penanganan sampah daratan harus menjadi prioritas sejajar dengan kawasan wisata. Ia mendesak dinas terkait segera menambah fasilitas pengelolaan sampah, terutama di wilayah perkotaan, jalur utama, dan kawasan padat penduduk.
Ia juga mengingatkan, tumpukan sampah di jalan-jalan strategis tidak hanya merusak kebersihan, tetapi juga mencoreng wajah daerah. “Orang masuk KLU lewat darat. Kalau yang dilihat pertama kali adalah sampah, citra daerah langsung turun,” katanya.
Sebagai solusi jangka panjang, Artadi mendorong optimalisasi Pusat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (P3SR) di setiap desa. Menurutnya, jika P3SR benar-benar difungsikan, beban sampah daratan dapat ditekan secara signifikan.
Meski demikian, ia menekankan bahwa penyediaan fasilitas harus dibarengi peningkatan kesadaran masyarakat. “Pemerintah wajib menyediakan sarana, masyarakat wajib disiplin. Kalau dua-duanya jalan, persoalan sampah bisa diatasi,” pungkasnya.















