Tanjungtv.com — Kehadiran Alun-Alun Dayan Gunung di Tanjung mulai memberi warna baru bagi ruang publik di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Rampungnya pembangunan tahap pertama membuat kawasan tersebut sudah bisa dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas, meski fungsinya belum sepenuhnya optimal.
Pada tahap awal, Pemerintah Daerah KLU memfokuskan pembangunan pada tugu pintu masuk serta beberapa spot pendukung lainnya dengan anggaran sekitar Rp5 miliar. Hasilnya, area alun-alun kini mulai menjadi titik berkumpul warga, khususnya pada sore dan akhir pekan.
Namun, di balik antusiasme masyarakat, kondisi kawasan dinilai masih membutuhkan banyak penyempurnaan. Minimnya fasilitas penunjang membuat Alun-Alun Dayan Gunung belum sepenuhnya representatif sebagai ruang publik utama di ibu kota kabupaten.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR dan Kawasan Permukiman KLU, Rangga Wijaya, menegaskan bahwa percepatan pembangunan tahap kedua menjadi kebutuhan mendesak. Pasalnya, kawasan alun-alun merupakan satu kesatuan dengan Lapangan Tioq Tata Tunaq.
“Kalau tidak segera disempurnakan, kawasan ini bisa terkesan setengah jadi dan berisiko terlihat kumuh,” ujar Rangga, Selasa (13/1).
Menurutnya, untuk menuntaskan seluruh rencana pengembangan masih dibutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp10 miliar. Sayangnya, kebutuhan tersebut belum terakomodasi dalam APBD 2026, sehingga pemerintah daerah berharap dapat memasukkannya melalui mekanisme pergeseran anggaran.
Jika tahap kedua dapat direalisasikan, wajah Alun-Alun Dayan Gunung akan berubah signifikan. Sejumlah fasilitas penunjang telah disiapkan dalam konsep pengembangan, mulai dari pembangunan stan UMKM di sisi timur kawasan, jalur jogging, sistem drainase, fasilitas olahraga, hingga ruang ramah anak.
Selain itu, pemda juga merencanakan revitalisasi aspal, pemasangan rumput sintetis di area tengah, pembangunan panggung hiburan, serta penyediaan area parkir kendaraan roda dua dan roda empat di sisi selatan, tepat di depan Kantor DPRD KLU. Gapura di pintu masuk sisi kiri dan kanan alun-alun juga masuk dalam rencana tahap lanjutan.
Rangga menambahkan, secara perencanaan, seluruh konsep tahap kedua sebenarnya telah disiapkan sejak pembangunan tahap pertama. Dengan demikian, ketika anggaran tersedia, proses pembangunan dapat langsung dilanjutkan melalui tahapan lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP).
“Perencanaan sudah siap. Tinggal menunggu ketersediaan anggaran agar kawasan ini benar-benar menjadi ruang publik yang layak dan membanggakan bagi masyarakat KLU,” pungkasnya.















