Sinergi Pelaku Wisata dan Pemda KLU Kunci Kebangkitan Pariwisata Gili Trawangan, Meno, dan Air

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Kolaborasi yang erat antara pelaku usaha wisata dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) semakin menguat, menjadi fondasi kokoh untuk mempertahankan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air (Tramena) sebagai destinasi kelas dunia. Komitmen bersama dalam meningkatkan layanan dasar dan inovasi menjadi motor penggerak optimisme menuju kebangkitan pariwisata yang lebih berkelanjutan.

Ketua Gili Hotel Association (GHA), Lalu Kusnawan, menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen dan respons cepat Pemda KLU dalam membangun dialog serta sarana pendukung pariwisata.

banner 325x300

“Kami, para pelaku usaha di Tramena, sangat merasakan dukungan positif dari pemerintah daerah. Sinergi ini bukan hanya retorika, tapi terlihat dari intensnya komunikasi dan upaya bersama menangani tantangan. Kami optimis bahwa dengan kemitraan ini, kita bisa mengatasi segala rintangan,” ujar Kusnawan, yang juga General Manager Wilson’s Retreat Trawangan.

Menanggapi isu strategis seperti ketersediaan air bersih dan fasilitas kesehatan, Kusnawan menegaskan bahwa pelaku usaha tidak tinggal diam. Bersama Pemda KLU dan pihak terkait, telah dibentuk forum-forum kerja khusus untuk mencari solusi berkelanjutan.

“Masalah air bersih adalah tantangan bersama, dan kami sedang berkolaborasi penuh dengan pemda untuk menyelesaikannya sesuai regulasi, dengan solusi yang tepat guna dan berjangka panjang. Demikian juga dengan peningkatan fasilitas kesehatan, kita bekerja sama agar standar layanan untuk wisatawan dan masyarakat terus meningkat,” jelasnya.

Kusnawan percaya bahwa pendekatan kolaboratif ini adalah kunci untuk menjaga citra Tramena di mata internasional sekaligus memastikan keberlanjutan usaha.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara (yang mewakili), menyambut baik semangat kemitraan ini. “Pelaku usaha wisata adalah ujung tombak dan mitra strategis pemerintah. Apa yang menjadi keprihatinan mereka adalah prioritas kami. Kemitraan yang sudah terbangun sangat solid, dan ini menjadi modal besar untuk mencapai target peningkatan kunjungan wisatawan,” ujarnya.

Pemda KLU menegaskan bahwa berbagai program pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk yang terkait dengan air bersih dan kesehatan, dilakukan dengan melibatkan masukan dari asosiasi dan pelaku usaha secara langsung.

Kepala Dinas Pariwisata KLU, Dende Dewi Tresna Budiastuti, mengungkapkan optimisme yang dibangun dari kolaborasi ini. Meski sempat terjadi penurunan kunjungan, semangat untuk bangkit justru semakin kuat.

“Dengan kekuatan sinergi, kami yakin target peningkatan signifikan kunjungan wisatawan di tahun 2026 sangat mungkin tercapai. Tiga Gili adalah primadona, dan komitmen bersama adalah untuk terus memolesnya agar semakin bersinar,” kata Dende.

Ia menambahkan bahwa upaya pemasaran dan pengembangan produk wisata baru juga dilakukan secara gotong royong antara dinas dan pelaku usaha, menciptakan paket-paket yang lebih menarik dan kompetitif.

Hubungan yang saling mendukung antara Pemda KLU dan pelaku wisata Gili Tramena mulai menjadi model kemitraan yang efektif. Kolaborasi ini tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga menciptakan ekosistem pariwisata yang tangguh, inovatif, dan berorientasi pada kepuasan wisatawan.

Dengan fondasi kerjasama yang kuat, Gili Trawangan, Meno, dan Air diproyeksikan tidak hanya kembali ke masa kejayaan, tetapi juga melampauinya, menawarkan pengalaman berwisata kelas dunia yang didukung oleh layanan dasar yang unggul dan komitmen bersama untuk maju.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *