Tanjungtv.com – Upaya mempercantik wajah Kota Tanjung kini tak lagi sekadar soal terang dan gelap. Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mulai menghadirkan sentuhan budaya lokal dalam pembangunan penerangan jalan umum (PJU), dengan mengusung konsep Masjid Kuno Bayan sebagai ornamen utama pada tiang lampu yang dipasang di pusat kota.
Di sepanjang jalan raya Kota Tanjung, sebanyak 60 tiang PJU dengan total 120 lampu mulai berdiri. Setiap tiang dirancang tidak biasa, karena dilengkapi miniatur yang melambangkan Masjid Kuno Bayan, salah satu ikon sejarah dan peradaban Islam tertua di Lombok. Konsep ini sengaja dihadirkan untuk menanamkan identitas lokal di ruang publik.
Kepala Bidang Prasarana dan Keselamatan Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Utara, Sazli Raiz, menegaskan bahwa pembangunan PJU kali ini dirancang tidak hanya fungsional, tetapi juga edukatif. Menurutnya, lampu jalan dapat menjadi media visual untuk memperkenalkan nilai sejarah dan budaya daerah kepada masyarakat maupun pendatang.
“Kalau kota sudah terang, orang datang. Tapi kalau terang sekaligus punya cerita dan identitas, itu lebih kuat dampaknya,” ujar Sazli. Ia menilai, keberadaan ornamen Masjid Kuno Bayan pada PJU bisa memicu rasa ingin tahu wisatawan terhadap sejarah Lombok Utara.
Pemasangan PJU ini diprioritaskan di Kota Tanjung karena wilayah tersebut merupakan pusat pemerintahan dan aktivitas masyarakat. Proyek yang dimulai sejak November lalu itu ditargetkan rampung akhir Desember, sehingga pada momentum tahun baru seluruh lampu sudah menyala dan menampilkan wajah baru ibu kota kabupaten.
Konsep berbasis kearifan lokal ini tidak akan berhenti di Kota Tanjung. Dishub KLU memastikan desain serupa akan diterapkan di titik-titik strategis lain, terutama pintu masuk kawasan wisata dan wilayah gili. Langkah ini diharapkan menjadi ciri khas Lombok Utara yang membedakannya dari daerah lain.
Dari sisi teknis, progres pengerjaan telah mencapai lebih dari setengah pekerjaan. Tantangan terbesar berada pada tahap awal, khususnya penggalian pondasi hingga kedalaman dua meter. Namun secara keseluruhan, proyek dinilai berjalan lancar dengan daya listrik terpusat yang mampu mengakomodasi seluruh lampu.
Masyarakat pun menyambut positif kehadiran PJU bernuansa budaya tersebut. Warga menilai, penerangan jalan dengan sentuhan sejarah membuat kota terasa lebih hidup dan berkarakter. Bagi sebagian warga, inilah bentuk pembangunan yang tidak melupakan akar budaya, sekaligus menegaskan jati diri Kabupaten Lombok Utara sebagai daerah yang kaya nilai sejarah dan tradisi.















