Ogoh-ogoh Lombok Utara Diharap Jadi Magnet Wisata, Warga Dorong Dukungan Serius Pemda

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Semarak festival ogoh-ogoh di Lombok Utara kembali menyedot perhatian publik. Tak hanya warga lokal, sejumlah wisatawan tampak antusias mengabadikan momen arak-arakan ogoh-ogoh yang sarat makna budaya dan filosofi tersebut. Di balik kemeriahan itu, harapan besar muncul agar tradisi ini tak sekadar menjadi ritual tahunan, tetapi juga mampu berkembang menjadi daya tarik wisata unggulan daerah.
Salah satu warga yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut, Putu Krismawan, menyampaikan pandangannya mengenai potensi besar ogoh-ogoh bagi sektor pariwisata Lombok Utara. Menurutnya, kekuatan budaya lokal ini layak mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah daerah.
“Ogoh-ogoh ini bukan hanya soal tradisi, tapi juga tontonan budaya yang sangat menarik. Saya berharap ke depan ogoh-ogoh Lombok Utara bisa benar-benar menjadi magnet pariwisata,” ujar Putu Krismawan saat ditemui di sela-sela acara.
Ia menilai, antusiasme masyarakat yang terlibat—mulai dari anak-anak hingga orang dewasa—menjadi bukti bahwa ogoh-ogoh memiliki akar sosial yang kuat. Jika dikemas dengan baik, tradisi ini bisa menjadi agenda wisata tahunan yang dinantikan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Putu juga menyoroti kehadiran wisatawan luar negeri yang tampak memotret dan merekam jalannya festival. Menurutnya, hal tersebut menjadi sinyal bahwa ogoh-ogoh memiliki nilai jual visual dan budaya yang tinggi, asalkan dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
“Wisatawan saja tertarik memfoto. Artinya ini punya daya tarik internasional. Tinggal bagaimana pemerintah membantu dari sisi promosi, penataan acara, dan fasilitas pendukung,” katanya.
Ia berharap ke depan ada sinergi antara masyarakat adat, seniman ogoh-ogoh, dan pemerintah daerah untuk menjadikan festival ini lebih terkonsep. Mulai dari penjadwalan yang pasti, lokasi yang representatif, hingga dukungan anggaran dan promosi pariwisata.
Lebih jauh, Putu menekankan bahwa pengembangan ogoh-ogoh sebagai magnet wisata juga dapat berdampak pada ekonomi masyarakat. UMKM, perajin, hingga pelaku seni lokal diyakini akan ikut merasakan manfaatnya jika event ini dikelola secara konsisten.
“Kalau ogoh-ogoh sudah masuk kalender wisata, yang bergerak bukan cuma budaya, tapi juga ekonomi warga,” pungkasnya.
Festival ogoh-ogoh di Lombok Utara pun diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan seremonial, melainkan tumbuh menjadi identitas budaya sekaligus kekuatan baru pariwisata daerah yang berdaya saing.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *