Tanjungtv.com — Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai menyiapkan pelaksanaan bursa kerja tahun ini dengan memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal, khususnya di kawasan wisata Gili.
Sebagai langkah awal, tim DPMPTSP dan Naker KLU turun langsung ke Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja yang tersedia di lapangan. Kepala DPMPTSP dan Naker KLU, Evi Winarni, mengatakan pemetaan ini menjadi dasar penentuan jumlah serta jenis lowongan kerja yang akan ditawarkan.
“Hari ini teman-teman turun ke Gili untuk melihat kira-kira loker yang bisa ditetapkan, termasuk jumlahnya. Sekarang masih dalam tahap penjajakan dan pengumpulan data,” ujar Evi, Rabu (4/2).
Ia menambahkan, pendataan tidak hanya dilakukan di wilayah kepulauan, tetapi juga di daratan KLU serta dengan menghubungi perusahaan dan perkantoran yang beroperasi di Mataram. Hal ini bertujuan agar pemerintah memiliki gambaran menyeluruh tentang kebutuhan tenaga kerja lintas sektor.
Pelaksanaan bursa kerja direncanakan berlangsung sekitar Mei, menyesuaikan dengan periode high season pariwisata di kawasan Gili. Untuk lokasi kegiatan, pihaknya masih mempertimbangkan beberapa opsi, seperti Balai Latihan Kerja (BLK), kantor dinas, maupun wilayah Tanjung atau Gangga.
“Target utama kita adalah meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal agar lebih maksimal dan sesuai kebutuhan perusahaan,” tegas Evi.
Saat ini, pihaknya masih mengidentifikasi klasifikasi lowongan kerja yang paling dibutuhkan. Meski belum bisa dipastikan, sektor perhotelan diperkirakan tetap mendominasi seperti tahun-tahun sebelumnya.
Selain penempatan kerja dalam negeri, DPMPTSP dan Naker KLU juga terus mendorong program magang ke luar negeri. Namun, Evi mengakui masih terdapat kendala, khususnya dalam pemenuhan tenaga kesehatan.
“Peluang magang ke luar negeri ada, tapi membutuhkan peningkatan kompetensi. Yang belum bisa kita penuhi maksimal itu tenaga kesehatan, karena banyak yang lebih nyaman bekerja di dalam negeri,” katanya.
Melalui bursa kerja tahun ini, pemerintah daerah berharap dapat menekan angka pengangguran di KLU. Meski diakui masih terdapat tantangan seperti ketidaksesuaian spesifikasi atau pencari kerja yang mengundurkan diri, bursa kerja tetap menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkuat keterhubungan antara dunia usaha dan tenaga kerja lokal.
“Ini menjadi tantangan bagi kita untuk terus meningkatkan kompetensi pencari kerja agar link and match dengan dunia usaha bisa tercapai,” pungkas Evi.















