Tanjungtv.com – Tragedi gempa bumi dahsyat yang mengguncang Lombok pada Agustus 2018 lalu masih menyisakan berbagai cerita dan kontroversi. Bencana tersebut menghancurkan ribuan rumah di Kabupaten Lombok Utara dan menyebabkan sekitar 555 korban jiwa di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, baru-baru ini, pernyataan Calon Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, tentang perannya dalam evakuasi wisatawan asing di Gili Trawangan menimbulkan reaksi keras dari beberapa tokoh lokal.
Dalam sebuah video yang diunggah di channel Tribun Lombok, Iqbal mengaku bahwa pasca-gempa ia melakukan evakuasi wisatawan asing di Gili Trawangan dan melakukan sweeping di tiga Gili untuk memastikan keselamatan warga negara asing (WNA). Pengakuan ini memicu perdebatan, terutama setelah Mantan Kepala Desa Gili Indah, H. Taufik, secara tegas membantah klaim tersebut.
“Saya tidak pernah melihat Pak Iqbal turun saat itu. Kami sebagai perangkat desa tidak pernah berkomunikasi dengan beliau terkait evakuasi warga di Gili Indah,” ungkap H. Taufik dalam sebuah wawancara eksklusif. Ia menambahkan bahwa selama masa evakuasi, koordinasi dilakukan dengan boat lokal seperti Eka Jaya, yang secara rutin mengangkut bantuan dari Bali ke Gili Indah hingga tiga kali sehari.
Menurut Taufik, beberapa warga memilih untuk tidak dievakuasi, namun pihak desa memastikan mereka tetap dalam kondisi aman. “Kami, perangkat desa, bersama masyarakat setempat yang berjibaku langsung di lapangan, mengevakuasi dan menyelamatkan warga, termasuk wisatawan asing,” tambahnya.
Tak hanya Taufik yang membantah klaim Iqbal. Mantan Bupati Lombok Utara saat gempa terjadi, H. Najmul Akhyar, juga memberikan pernyataan yang bertentangan dengan apa yang dikatakan Iqbal. Dalam video tersebut, Iqbal menyebut bahwa ia sempat mengunjungi kediaman Najmul untuk melaporkan hasil evakuasi yang ia lakukan di Gili Trawangan. Namun, Najmul menyangkal adanya pembicaraan semacam itu.
“Saya memang pernah menerima kunjungan dari beliau, tapi saya tidak ingat ada pembahasan soal evakuasi di Gili Trawangan. Saat itu, fokus kami adalah koordinasi dengan pemerintah pusat dan berbagai lembaga terkait untuk menangani dampak gempa,” tegas Najmul ketika dimintai klarifikasi pada Senin (30/9/2024).
Kontroversi ini semakin memperkuat tudingan bahwa klaim Iqbal hanya muncul untuk kepentingan politik menjelang Pilkada NTB 2024. Berbagai pihak mempertanyakan motif di balik pernyataan tersebut, mengingat Iqbal jarang terlihat dalam penanganan bencana pada waktu itu.
Pengakuan Iqbal tentang keterlibatannya dalam penanganan gempa di Gili Trawangan dianggap tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. H. Taufik dan Najmul Akhyar, yang merupakan tokoh-tokoh lokal dengan peran penting saat bencana, telah mengklarifikasi bahwa mereka tidak pernah melihat ataupun mendengar tentang keterlibatan Iqbal dalam evakuasi korban wisatawan asing.
Kebohongan ini memperkuat keraguan masyarakat terhadap kredibilitas calon gubernur tersebut. “Ini bukan tentang pencitraan, ini tentang kejujuran. Saat bencana, yang dibutuhkan adalah aksi nyata, bukan klaim sepihak yang tidak bisa dibuktikan,” tutup H. Taufik dengan tegas.
Kontroversi ini semakin memperuncing persaingan politik menjelang Pilkada NTB 2024. Warga NTB kini menanti bagaimana Lalu Muhammad Iqbal akan merespons bantahan keras dari para tokoh lokal tersebut.















