Harga Cabai Melejit di KLU, Warga Diminta Bijak Belanja

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com — Lonjakan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menjadi perhatian, terutama pada komoditas hortikultura yang mengalami kenaikan tajam dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan laporan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan KLU, cabai menjadi komoditas dengan kenaikan paling signifikan.

Dari data rata-rata kabupaten, harga cabai rawit melonjak lebih dari 60 persen. Jika pekan sebelumnya masih berada di kisaran Rp55.550 per kilogram, kini menembus sekitar Rp91.100 per kilogram. Kenaikan serupa juga terjadi pada cabai merah besar yang naik dari sekitar Rp32.200 menjadi Rp40.300 per kilogram. Sementara itu, harga tomat ikut merangkak naik dari kisaran Rp27.000 menjadi sekitar Rp35.850 per kilogram.

banner 325x300

Selain hortikultura, beberapa komoditas ikan segar seperti tongkol dan teri juga mengalami kenaikan, meski tidak setinggi cabai. Namun, mayoritas bahan pokok penting masih relatif stabil. Harga beras medium tetap di kisaran Rp13.700 per kilogram, beras premium sekitar Rp14.700 per kilogram, gula pasir Rp18.000 per kilogram, serta minyak goreng kemasan berada di rentang Rp21 ribu hingga Rp23 ribu per liter. Komoditas lain seperti telur ayam ras, daging ayam broiler, tepung terigu, dan kacang-kacangan juga belum menunjukkan perubahan berarti.

Di sisi lain, penurunan harga tercatat pada beberapa jenis sayuran seperti kentang dan buncis, meskipun penurunannya relatif kecil dan belum signifikan memengaruhi rata-rata harga pasar.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan KLU, Arianto, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan rutin di pasar-pasar utama seperti Pasar Tanjung, Pasar Gondang, dan Pasar Pemenang untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pasokan.

Menurut Arianto, kenaikan harga cabai saat ini dipicu faktor cuaca yang menyebabkan gagal panen di sejumlah daerah pemasok, termasuk Lombok Timur yang selama ini menjadi salah satu sentra pasokan cabai ke KLU. “Kondisi serupa juga terjadi di Lombok Timur, sehingga pasokan ke Lombok Utara ikut berkurang dan harga naik,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat agar sementara waktu lebih bijak dalam penggunaan cabai. Pasalnya, berdasarkan tren tahunan, harga cabai cenderung naik pada periode November hingga Februari. “Pernah juga tembus Rp130 ribu per kilogram, tetapi sekarang Alhamdulillah masih di bawah Rp100 ribu. Jika pasokan dari Jawa mulai masuk, kemungkinan harga akan kembali turun,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *