Tanjungtv.com – Laga final Liga 4 NTB musim 2025/2026 melahirkan juara baru. PS Daygun tampil tegas dan efektif saat menumbangkan Persebi dengan skor 2-0 di Stadion GOR 17 Desember, Kamis (12/2/2026). Kemenangan ini memastikan PS Daygun mengangkat trofi sekaligus menorehkan gelar perdana dalam sejarah mereka di kompetisi tersebut.
Sejak kick-off pukul 13.30 WITA, pertandingan langsung berjalan keras dan terbuka. Kedua tim menampilkan tempo tinggi dengan duel fisik dan adu taktik di setiap lini. Tribun stadion dipenuhi suporter yang terus menekan atmosfer pertandingan. Meski peluang tercipta di kedua sisi, babak pertama ditutup tanpa gol.
Memasuki paruh kedua, PS Daygun mulai mengambil kendali permainan. Tim asuhan Ali Usman tampil lebih rapi dalam membangun serangan dan berani menekan dari sisi sayap. Persebi tetap memberi ancaman lewat beberapa skema serangan cepat, namun penyelesaian akhir belum menemui sasaran.
Kebuntuan akhirnya pecah di pertengahan babak kedua. Serangan individu pemain PS Daygun yang menembus pertahanan lawan dituntaskan dengan sepakan terukur Alfan Bagas. Gol pembuka itu mengubah ritme laga sekaligus melecut mental tim dan suporter.
Dalam posisi tertinggal, Persebi menaikkan garis serang dan bermain lebih agresif. Tekanan bertubi-tubi dilancarkan, tetapi lini belakang PS Daygun tampil disiplin dan minim celah. Saat lawan sibuk menyerang, PS Daygun justru memukul lewat skema serangan balik cepat. Sukma Bakti menuntaskannya dengan gocekan dan tendangan keras dari dalam kotak penalti untuk mengunci skor menjadi 2-0.
Peluit panjang disambut gemuruh suporter. Kemenangan ini menjadi penegasan bahwa PS Daygun bukan sekadar kejutan turnamen, melainkan kekuatan baru yang mampu merobohkan tim berpengalaman.
Pada laga perebutan tempat ketiga, Perslotim mengamankan posisi juara tiga setelah menundukkan Persidom dengan skor tipis 1-0 dalam pertandingan ketat.
Klasemen akhir Liga 4 NTB 2025/2026:
PS Daygun – Juara
Persebi – Runner-up
Perslotim – Peringkat ketiga
Persidom – Peringkat keempat
Final ini menjadi penutup kompetisi yang panas — dan awal era baru bagi PS Daygun di peta sepak bola daerah.















