Tanjungtv.com — Gelaran Liga 4 NTB di Stadion GOR 17 Desember, Turida, Kota Mataram, berakhir manis dari sisi penyelenggaraan dan animo publik. Sejak laga pembuka hingga partai puncak pada Kamis (12/2), ribuan penonton memadati tribun, menciptakan atmosfer kompetisi yang semarak sekaligus mendongkrak pemasukan panitia.
Lonjakan penonton disebut-sebut menjadi salah satu indikator bangkitnya gairah sepak bola lokal. Tiket terjual laris, pelaku UMKM sekitar stadion kebagian berkah, dan perputaran ekonomi di kawasan Turida meningkat signifikan selama kompetisi berlangsung.
Namun, di balik euforia tersebut, muncul nada sumbang dari para suporter. Sejumlah penonton mengeluhkan tarif parkir kendaraan yang dinilai melonjak drastis. Untuk sepeda motor, tarif dipatok hingga Rp5.000 per kendaraan—angka yang dianggap tidak wajar oleh sebagian pengunjung.
“Kalau nonton ramai begini, parkir malah naik. Biasanya tidak segitu,” keluh salah seorang penonton yang datang dari luar Kota Mataram.
Keluhan itu ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi topik obrolan di sekitar stadion. Beberapa suporter menilai kenaikan tarif parkir terkesan memanfaatkan momentum membludaknya penonton.
Di sisi lain, pihak penyelenggara menyebut pengelolaan parkir berada di bawah koordinasi pihak tertentu yang telah ditunjuk. Mereka mengakui tingginya volume kendaraan membuat pengaturan parkir menjadi tantangan tersendiri selama pertandingan berlangsung.
Terlepas dari polemik tersebut, Liga 4 NTB di Stadion GOR 17 Desember tetap mencatat capaian positif dari sisi partisipasi dan dukungan publik. Ke depan, evaluasi menyeluruh—termasuk tata kelola parkir—dinilai penting agar kesuksesan kompetisi tidak ternodai oleh persoalan teknis yang sebenarnya bisa diantisipasi.
Atmosfer meriah di Turida membuktikan bahwa sepak bola daerah masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat NTB. Tinggal bagaimana penyelenggaraan ke depan bisa lebih tertib dan ramah bagi seluruh suporter.















