Berita  

Dapur MBG Dihentikan, ITSRC Unram Siap Turun ke Pesisir Ubah Rumput Laut Jadi Mesin Ekonomi Lombok Timur

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com — Di tengah sorotan terhadap pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat (NTB), geliat lain justru muncul dari pesisir timur Pulau Lombok. Saat 21 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dihentikan sementara akibat kasus keracunan, International Tropical Seaweed Research Center (ITSRC) Universitas Mataram (Unram) bersiap menegaskan peran riset sebagai solusi jangka panjang ketahanan pangan dan ekonomi daerah.

Langkah penghentian operasional 21 dapur MBG oleh Badan Gizi Nasional menjadi alarm keras pentingnya tata kelola pangan yang aman dan berbasis standar ilmiah. Insiden keracunan pada sejumlah penerima manfaat memicu evaluasi menyeluruh, sekaligus membuka ruang refleksi tentang pentingnya inovasi pangan lokal yang teruji kualitas dan keamanannya.

banner 325x300

Di sisi lain, ITSRC Unram melihat momentum ini sebagai peluang memperkuat fondasi pangan berbasis potensi daerah. Dengan turun langsung ke kawasan pesisir Lombok Timur, pusat riset ini tidak sekadar meneliti, tetapi juga menyiapkan model hilirisasi rumput laut menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Rumput laut selama ini dikenal sebagai komoditas andalan masyarakat pesisir Lombok Timur. Namun, sebagian besar masih dijual dalam bentuk mentah dengan nilai ekonomi terbatas. ITSRC mendorong transformasi komoditas tersebut menjadi bahan baku industri pangan, farmasi, hingga bioteknologi.

Pendekatan “riset turun ke pesisir” menandai perubahan pola kerja akademik. Peneliti tidak lagi berhenti di laboratorium, tetapi hadir langsung mendampingi petani, memastikan standar budidaya, pascapanen, hingga pengolahan berjalan sesuai prinsip keamanan pangan.

Model ini diyakini mampu menjawab dua tantangan sekaligus: memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal dan menciptakan mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Lombok Timur. Produk olahan rumput laut berpotensi menjadi bahan baku pangan bergizi yang lebih terkontrol kualitasnya, sekaligus memperluas lapangan kerja di sektor hilir.

Di tengah evaluasi program MBG, penguatan ekosistem pangan lokal berbasis riset menjadi relevan. Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga riset, dan pelaku usaha diharapkan mampu menghadirkan sistem pangan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan berkelanjutan.

Dengan langkah ITSRC Unram yang turun langsung ke pesisir, rumput laut tak lagi sekadar hasil laut musiman. Ia diproyeksikan menjadi mesin ekonomi baru yang menggerakkan Lombok Timur dari garis pantai.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *