Bazar Ramadan Se-Bulan Penuh di KLU, UMKM Lokal Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Musiman

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Ramadan tahun ini dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sebagai momentum memperkuat denyut ekonomi kerakyatan. Melalui Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Utara (KLU), bazar Ramadan disiapkan berlangsung penuh selama satu bulan, dengan orientasi utama mendorong UMKM lokal naik kelas dan memperluas pasar.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan KLU, Arianto, mengatakan lokasi bazar dipusatkan di jalur timur akses masuk menuju Kantor Bupati KLU. Titik tersebut dipilih karena dinilai strategis dan mudah dijangkau masyarakat, terutama pada sore hingga malam hari selama Ramadan.

banner 325x300

“Nanti lokasinya di jalur timur masuk kantor bupati. Kita rencanakan satu bulan full,” ujarnya, Selasa (17/2).

Sejauh ini, tercatat 13 UMKM dari wilayah Tanjung dan Gondang telah masuk dalam daftar peserta. Namun, panitia masih membuka ruang bagi pelaku usaha lain untuk bergabung melalui himpunan UMKM setempat.

“Sementara yang sudah list 13 UMKM dari Tanjung dan Gondang. Kalau ada yang mau ikut silakan daftar ke himpunan. Biar pembinaan dan penataannya lebih tertib,” jelas Arianto.

Lebih dari sekadar pusat transaksi, bazar ini dirancang sebagai ruang interaksi sosial. Panitia berencana membagikan kopi cup gratis kepada pengunjung pada momen-momen tertentu, terutama selepas Salat Tarawih. Konsep ini diharapkan mampu menciptakan suasana kebersamaan sekaligus memperpanjang durasi kunjungan masyarakat.

“Habis Salat Tarawih mungkin ada yang mau nongkrong di sana akan disiapkan kopi gratis. Namun tidak setiap malam, pas ada giat,” tambahnya.

Tak berhenti di situ, bazar juga akan menjadi titik penggalangan donasi untuk membantu warga kurang mampu, termasuk masyarakat yang belum memiliki rumah layak huni. Pengelolaan donasi akan dikoordinasikan oleh himpunan UMKM agar lebih transparan dan terarah.

Dari sisi fasilitas, bazar tetap dikemas sederhana dengan penggunaan tenda dan payung. Pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator dan koordinator guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Sementara itu, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Pemkab KLU tidak menggelar pasar murah pada Ramadan kali ini. Kebijakan tersebut diambil karena harga bahan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng dinilai masih relatif stabil. Selain itu, berbagai program bantuan dari pemerintah pusat seperti PKH dan BPNT juga dinilai telah membantu menjaga daya beli masyarakat.

“Sejauh ini juga sudah banyak sekali program pemerintah pusat. Mulai dari PKH hingga BPNT. Jadi mungkin untuk efisiensi belanja daerah juga makanya pasar murah tidak kita gelar tahun ini,” tutup Arianto.

Dengan konsep sebulan penuh, bazar Ramadan ini diproyeksikan menjadi etalase produk lokal sekaligus penggerak ekonomi musiman yang berdampak langsung bagi pelaku UMKM di Lombok Utara.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *