Tanjungtv.com – Meningkatnya kasus virus nipah di sejumlah negara Asia Tenggara mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara memperkuat sistem kewaspadaan dini. Meski belum ditemukan kasus di wilayah Kabupaten Lombok Utara (KLU), langkah antisipatif dilakukan dengan menggencarkan sosialisasi di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
Kepala Dikes KLU, dr. Lalu Bahrudin, menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh tenaga kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit, untuk aktif mengedukasi masyarakat terkait bahaya dan pencegahan virus nipah.
“Kami minta nakes terus menyampaikan pemahaman tentang virus nipah. Walaupun masih terdengar asing, di beberapa negara Asia Tenggara sudah terdapat kasus dengan angka kematian yang cukup tinggi,” ujarnya, Selasa (17/2).
Menurutnya, virus nipah termasuk penyakit zoonosis, yakni penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Penularan paling umum terjadi melalui kelelawar buah. Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengonsumsi buah yang telah digigit kelelawar dan memastikan buah dicuci bersih sebelum dikonsumsi.
“Jika ada buah yang sudah dimakan kelelawar, sebaiknya dibuang dan jangan dikonsumsi,” tegasnya.
Selain dari kelelawar, potensi penularan juga bisa terjadi melalui hewan ternak seperti babi dan kambing. Dalam kondisi tertentu, virus nipah bahkan berpotensi menular antarmanusia melalui percikan droplet pernapasan, terutama jika terjadi kontak erat dengan penderita.
Sebagai bentuk penguatan kewaspadaan, Dikes KLU juga terus memantau perkembangan situasi regional dan nasional. Masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk penggunaan masker saat mengalami gejala batuk atau demam.
Gejala awal infeksi virus nipah antara lain demam tinggi, batuk, pilek, sakit kepala, hingga sesak napas. Bagi pekerja di sektor peternakan, penggunaan alat pelindung diri (APD) sangat disarankan guna meminimalkan risiko paparan.
Dengan pendekatan preventif ini, Dikes KLU berharap masyarakat tidak panik, namun tetap waspada dan proaktif dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan.















