Tanjungtv.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI), khususnya masyarakat NTB yang berada di kawasan Timur Tengah, agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyusul dinamika geopolitik yang terus berkembang di wilayah tersebut.
Situasi yang fluktuatif di sejumlah negara kawasan Timur Tengah menjadi perhatian serius pemerintah. Pemprov NTB menekankan pentingnya langkah antisipatif sejak dini guna meminimalisir risiko terhadap keselamatan WNI, baik yang bekerja, menempuh pendidikan, maupun yang sedang melakukan perjalanan.
Pemprov mengingatkan agar seluruh WNI memastikan data diri telah terdaftar di KBRI atau KJRI terdekat. Pendataan ini dinilai krusial untuk mempermudah koordinasi dan proses perlindungan apabila terjadi kondisi darurat.
Selain itu, masyarakat diminta menjaga komunikasi aktif dengan keluarga di tanah air serta memantau informasi resmi dari perwakilan Republik Indonesia di negara masing-masing. Informasi yang akurat menjadi kunci agar tidak terjebak dalam kepanikan akibat kabar yang belum terverifikasi.
Apabila menghadapi situasi genting, WNI diminta segera menghubungi hotline resmi Perwakilan RI. Layanan darurat tersebut disiapkan untuk merespons cepat berbagai kemungkinan, mulai dari evakuasi hingga pendampingan hukum dan perlindungan konsuler.
“Negara hadir untuk melindungi seluruh WNI di mana pun berada,” demikian penegasan yang disampaikan sebagai bentuk komitmen perlindungan terhadap warga negara di luar negeri.
Pemprov NTB juga mengimbau keluarga WNI di daerah agar tetap tenang dan terus menjalin komunikasi intens dengan anggota keluarga di Timur Tengah. Koordinasi yang baik diyakini dapat mengurangi potensi kepanikan serta mempercepat langkah jika diperlukan tindakan darurat.
Di tengah situasi global yang dinamis, kewaspadaan, ketenangan, dan akses terhadap jalur komunikasi resmi menjadi benteng utama bagi keselamatan WNI.















