Tanjungtv.com – Sejumlah mahasiswa Universitas 45 Mataram mengungkapkan keluhan terkait kondisi fasilitas kampus yang dinilai tidak layak pakai. Melalui video viral yang tersebar di TikTok, mahasiswa memperlihatkan berbagai kerusakan sarana prasarana kampus, mulai dari toilet yang kotor tanpa air, ruang kuliah dengan sekat bolong, hingga plafon yang lapuk. Tak hanya itu, dalam video juga terlihat kusen jendela rusak dan bus kampus yang mangkrak akibat kerusakan.
Keluhan ini sontak mendapat perhatian publik, terutama setelah video tersebut menyebar luas di media sosial. Mahasiswa yang memvideokan kondisi tersebut dengan cepat memancing berbagai reaksi dari netizen, yang mempertanyakan kualitas fasilitas yang disediakan oleh pihak kampus. Isu ini menjadi viral dan menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
Menanggapi viralnya video tersebut, Rektor Universitas 45 Mataram, Ismak Subardan, akhirnya angkat bicara. Ia mengakui bahwa pihak kampus sudah mengetahui peredaran video viral yang menunjukkan kondisi sarana prasarana (sarpras) kampus yang tidak layak tersebut. “Ini menjadi kritikan yang sangat membangun bagi kita untuk segera berbenah,” ujar Ismak, saat memberikan keterangan resmi kepada media, kemarin.
Sebagai pemimpin kampus, Ismak menegaskan bahwa dirinya tidak anti kritik. Ia justru memandang kritik yang disampaikan oleh mahasiswa melalui video tersebut sebagai sebuah inovasi yang baik, meskipun cara penyampaiannya di media sosial mungkin tidak disukai oleh sebagian pihak. “Kritik mahasiswa ini akan kami tindaklanjuti dengan perbaikan. Saya ingin setelah fasilitas kampus sudah bagus, mahasiswa juga membuat video kembali sebagai bukti perubahan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ismak menyatakan bahwa pihak kampus berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan terhadap berbagai fasilitas yang dikeluhkan. Menurutnya, beberapa masalah seperti toilet yang kotor dan ruang kuliah dengan sekat bolong memang sudah menjadi perhatian mereka. Namun, ia juga menjelaskan bahwa perbaikan fasilitas tidak bisa dilakukan secara instan, mengingat beberapa kendala teknis, seperti saluran pipa air yang putus.
“Kami memiliki petugas kebersihan yang bekerja setiap hari, namun kerak di kamar mandi sulit dibersihkan karena saluran pipanya sudah rusak. Ini akan segera kami tangani,” jelasnya. Ia juga menyebutkan bahwa bus kampus yang selama ini mangkrak juga akan diperbaiki agar bisa digunakan kembali untuk keperluan mahasiswa.
Ismak tidak menampik bahwa kritik yang disampaikan mahasiswa memang sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan. “Kami tidak marah, kenyataannya memang seperti itu. Ini akan menjadi prioritas kami untuk segera dibenahi agar mahasiswa lebih nyaman dalam belajar,” ucapnya dengan tegas.
Dalam upaya memperbaiki kondisi kampus, pihak Universitas 45 Mataram sudah mulai melakukan pembenahan terhadap ruang kuliah yang rusak serta memperbaiki berbagai fasilitas lain yang sudah tidak layak. Perbaikan ini diharapkan dapat selesai dalam waktu dekat sehingga para mahasiswa dapat kembali menikmati fasilitas yang lebih baik.
“Perbaikan ini bukan hanya untuk menanggapi kritik, tetapi juga sebagai tanggung jawab kami kepada para mahasiswa agar mereka bisa belajar dengan nyaman. Kami berharap setelah perbaikan selesai, tidak ada lagi keluhan serupa,” pungkas Ismak.
Kasus viral ini menunjukkan pentingnya sarana prasarana yang layak bagi proses belajar-mengajar di kampus. Di era digital seperti saat ini, kritik dari mahasiswa bisa dengan mudah tersebar luas di media sosial, memberikan tekanan tersendiri kepada pihak kampus untuk segera bertindak. Kini, mahasiswa Universitas 45 Mataram berharap perubahan nyata bisa segera terjadi, sehingga kenyamanan dan kualitas belajar mereka dapat terjaga.















