Hanya Terima Rp 300 Ribu per Bulan, Petugas Kebersihan Mataram Berjuang di Bawah Tekanan

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Nasib petugas kebersihan di Kota Mataram semakin memprihatinkan. Dengan tanggung jawab besar dalam menjaga kebersihan kota, mereka hanya menerima insentif yang sangat minim. Setiap bulan, para pahlawan kebersihan ini harus bertahan dengan pendapatan hanya Rp 300 ribu, yang bahkan diterima setiap tiga bulan sekali.

Sistem pembayaran insentif ini, yang dilakukan per triwulan, membuat para petugas kebersihan kesulitan memenuhi kebutuhan harian mereka. Salah satu petugas kebersihan, Hamdan, yang berasal dari Kelurahan Selaparang, mengungkapkan keluh kesahnya. “Dengan gaji Rp 300 ribu per bulan, mana cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Apalagi kami harus menunggu tiga bulan untuk bisa menerima uang tersebut,” ujar Hamdan saat diwawancarai pada Senin (14/10).

banner 325x300

Tekanan ekonomi yang dihadapi petugas kebersihan semakin berat mengingat harga kebutuhan pokok yang terus meningkat. Sebagian besar dari mereka hanya bisa bertahan dengan mengandalkan pekerjaan sampingan atau berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Beli beras saja sulit. Apalagi kami juga butuh biaya untuk anak-anak sekolah dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” tambah Hamdan.

Selain insentif yang minim, mereka juga harus menghadapi kondisi kerja yang tidak mendukung. Kendaraan roda tiga yang mereka gunakan untuk mengangkut sampah sudah banyak yang rusak dan tidak layak jalan. Beberapa di antaranya bahkan harus diperbaiki dengan biaya pribadi oleh petugas kebersihan. “Kondisi motor roda tiga sering macet, kadang kami harus keluarkan uang sendiri untuk memperbaikinya,” kata Hamdan.

Motor roda tiga ini sebelumnya diadakan secara massal pada tahun 2015 melalui APBD Kota Mataram untuk meningkatkan efisiensi pengangkutan sampah di kawasan lingkungan yang sulit dijangkau. Namun, seiring berjalannya waktu, perawatan yang minim menyebabkan banyak motor tidak lagi layak digunakan. Keluhan mengenai kendaraan ini sudah disampaikan beberapa kali ke kelurahan, namun respons yang diterima selalu terbatas karena anggaran yang juga terbatas.

Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Hj Istiningsih, menyatakan bahwa kondisi ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. “Kesejahteraan petugas kebersihan harus kita perhatikan. Mereka adalah pahlawan di tingkat bawah yang bekerja keras menjaga kebersihan kota. Saya

Kelurahan dan pemerintah kota diharapkan dapat mengalokasikan anggaran yang lebih memadai, tidak hanya untuk perbaikan kendaraan roda tiga, tetapi juga untuk menambah insentif bagi petugas kebersihan. Banyak yang berharap agar insentif bisa ditingkatkan atau setidaknya dibayar setiap bulan agar lebih membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, para petugas kebersihan terus berjuang dengan segala keterbatasan. Mereka tetap setia menjalankan tugas meski harus berhadapan dengan kondisi kendaraan yang rusak, minimnya insentif, dan ketidakpastian masa depan. “Kami hanya ingin perhatian lebih dari pemerintah. Kami bekerja keras, tapi kesejahteraan kami harus diperhatikan,” pungkas Hamdan.

Dengan kondisi ini, diharapkan ada perubahan nyata dalam kebijakan yang mendukung kesejahteraan petugas kebersihan di Kota Mataram. Mereka yang berada di garis depan dalam menjaga kebersihan kota seharusnya mendapatkan insentif yang layak serta fasilitas yang memadai untuk menjalankan tugas mereka dengan lebih baik.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *