Tanjungtv.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus menghadapi tantangan besar dalam menangani masalah perumahan kumuh. Meskipun telah berhasil memperbaiki sekitar 6.000 unit rumah kumuh dalam lima tahun terakhir, masih terdapat sekitar 32.000 unit rumah yang masuk dalam kategori kumuh dan membutuhkan perhatian serius.
Menurut data dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lombok Timur, perumahan kumuh menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kategori miskin ekstrem. Kepala Dinas Perkim, Purnama Hadi, menjelaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk terus melanjutkan program perbaikan ini meski tantangan yang dihadapi tidaklah kecil.
“Program perbaikan rumah ini telah memberikan dampak signifikan, namun jumlah rumah yang masih perlu diperbaiki sangat banyak. Sebanyak 32.000 rumah kumuh masih menjadi pekerjaan rumah kami ke depan,” ungkap Purnama Hadi.
Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dilaksanakan oleh Balai Pelaksana Penyedia Perumahan (BP2P) Nusa Tenggara I, di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), telah menjadi salah satu instrumen penting dalam upaya memperbaiki rumah-rumah kumuh di Lombok Timur. Tahun 2024, BP2P Nusa Tenggara I menargetkan pembangunan 320 unit rumah baru bagi masyarakat miskin ekstrem di wilayah ini.
Kendati demikian, Purnama Hadi mengakui bahwa pelaksanaan perbaikan rumah kumuh di Lombok Timur menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan anggaran dan sumber daya yang memadai untuk menangani semua rumah yang membutuhkan perbaikan dalam waktu yang cepat. Pemerintah daerah berharap adanya tambahan bantuan dari pemerintah pusat agar program perbaikan rumah ini dapat berjalan lebih cepat dan menyentuh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
“Harapan kami adalah adanya tambahan alokasi anggaran sehingga lebih banyak rumah yang bisa diperbaiki. Koordinasi dengan pemerintah pusat juga terus kami lakukan agar bantuan dari program BSPS ini bisa berkesinambungan,” tambahnya.
Selain tantangan dalam hal anggaran, kendala geografis juga menjadi faktor yang memperlambat proses perbaikan rumah kumuh di beberapa wilayah di Lombok Timur. Beberapa desa yang berada di daerah terpencil dan sulit dijangkau, membuat distribusi bantuan serta material untuk pembangunan rumah menjadi lebih sulit dan membutuhkan waktu lebih lama.
Meski menghadapi berbagai tantangan, pemerintah Kabupaten Lombok Timur tetap optimis bahwa permasalahan rumah kumuh ini dapat diatasi secara bertahap. Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat serta berbagai pihak terkait, diharapkan jumlah rumah kumuh di Lombok Timur akan terus berkurang dalam beberapa tahun ke depan.
“Kami berkomitmen untuk menuntaskan program ini, dan semoga dengan upaya bersama, pada masa mendatang, semua warga Lombok Timur bisa tinggal di rumah yang layak huni,” tutup Purnama Hadi.
Dengan upaya yang terus dilakukan, pemerintah Lombok Timur berharap mampu memperbaiki kualitas hidup masyarakatnya, khususnya mereka yang selama ini tinggal di rumah-rumah yang tidak layak. Target untuk menuntaskan perbaikan seluruh rumah kumuh di wilayah tersebut memang masih jauh, namun langkah-langkah yang telah diambil hingga saat ini menjadi harapan bagi masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Lombok Timur.















