Tanjungtv.com – Kepolisian Resor Lombok Timur berhasil mengungkap jaringan pencurian ternak antar daerah yang selama ini meresahkan peternak di wilayah Lombok Timur dan sekitarnya. Dua dari lima pelaku berhasil dilumpuhkan, sementara tiga lainnya masih dalam pengejaran. Pengungkapan ini mengindikasikan adanya jaringan pencurian ternak yang lebih luas, yang beroperasi lintas wilayah di Pulau Lombok.
Kapolres Lombok Timur, Kompol Raditya Suharta, menyebut bahwa para pelaku, AM (42) asal Lenek dan MA alias Acun (50) asal Suralaga, diketahui telah beberapa kali melakukan aksi pencurian ternak di beberapa lokasi berbeda. “Jaringan ini sudah teridentifikasi sebagai kelompok pencurian ternak yang kerap beraksi di wilayah Lombok Timur. Mereka tidak bekerja sendirian, tetapi ada indikasi kuat mereka terhubung dengan jaringan yang lebih besar,” jelasnya.
Dalam satu bulan terakhir, komplotan ini telah melakukan pencurian di dua lokasi berbeda, yaitu di Desa Lenek dan Desa Anjani, Kecamatan Suralaga. Di masing-masing tempat, pelaku mencuri sapi milik warga setempat, menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi para peternak.
Salah satu modus operandi yang digunakan oleh komplotan ini adalah dengan mengincar ternak di malam hari. Mereka biasanya beraksi dalam kelompok, menggunakan kendaraan besar seperti truk untuk mengangkut sapi curian. Dalam penangkapan ini, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa empat ekor sapi, satu unit truk Hino hitam, serta beberapa alat yang digunakan pelaku seperti tali sapi dan pisau.
Lebih lanjut, Kompol Raditya mengungkapkan bahwa komplotan ini beroperasi tidak hanya di Lombok Timur, tetapi juga di wilayah lain di Pulau Lombok, bahkan hingga ke Lombok Tengah. “Kami menemukan sapi curian yang mereka bawa kabur di wilayah Lombok Tengah. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya beraksi di satu tempat, tetapi juga memanfaatkan jaringan di daerah lain untuk menjual hasil curian mereka,” tambahnya.
Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama antara Polres Lombok Timur dan Tim Jatanras Polda NTB yang berfokus pada penanganan kejahatan lintas daerah. Polisi terus melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan lebih besar di balik aksi pencurian ternak ini.
Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, AKP I Made Dharma Yulia Putra, menyebut bahwa operasi untuk mengejar para pelaku yang masih buron terus dilakukan. “Kami terus melakukan pengejaran terhadap tiga pelaku lainnya yang masih buron. Ada indikasi bahwa mereka juga terlibat dalam kasus-kasus pencurian ternak lain di berbagai wilayah. Penyelidikan ini masih terus berkembang,” ungkapnya.
Penangkapan ini disambut baik oleh masyarakat, terutama para peternak yang selama ini merasa resah dengan maraknya pencurian ternak. Kepala Desa Lenek, Rumbitan, menyatakan rasa syukurnya atas keberhasilan polisi dalam menangkap para pelaku. “Kami sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah bertindak cepat. Penangkapan ini memberikan rasa aman bagi warga kami, terutama para peternak yang selama ini menjadi korban,” ujar Rumbitan.
Kasus pencurian ternak ini telah menjadi perhatian khusus pihak kepolisian. Mereka berkomitmen untuk terus melakukan operasi penegakan hukum guna memastikan bahwa jaringan ini bisa diungkap sepenuhnya. Kompol Raditya juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait pencurian ternak.
Dengan penangkapan ini, diharapkan jaringan pencurian ternak antar daerah yang selama ini meresahkan masyarakat dapat dibongkar, dan keamanan peternak di wilayah Lombok dan sekitarnya dapat terjaga kembali. Polisi juga berjanji akan terus melakukan patroli rutin untuk mencegah kejahatan serupa terjadi di kemudian hari.















